Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya!

Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya!


Setelah melahirkan, nggak sedikit mama baru mengalami depresi pasca melahirkan yang berkepanjangan, atau biasa dikenal dengan Postpartum Depression.

Tapi, siapa sangka depresi pasca melahirkan ternyata nggak hanya terjadi pada para mama baru. Para papa juga rentan terserang depresi ini, dan sering terabaikan karena para penderita pun kerap tidak menyadarinya.


Apa itu depresi pasca melahirkan?

Adalah sindrom di mana seorang mama memiliki perilaku emosional yang cukup ekstrem sehingga ia mudah marah, gampang kecewa, cenderung panik, merasa takut berlebihan, serta kerap terlihat bingung dan hampa.

Hal ini kemudian berimbas pada pola makan dan tidur yang tidak teratur, hingga efek depresi semakin parah, Ma. Bahkan pada kasus tertentu, seorang mama dengan depresi pasca melahirkan bisa saja melukai bayi, suami, atau bahkan dirinya sendiri.

Hmmm ... terdengar akrab, Ma?

Jangan-jangan depresi pasca melahirkan ini terjadi juga pada Mama?

Sebenarnya kondisi ini wajar, Ma, apalagi bagi mama yang melahirkan anak pertama. Minimnya pengetahuan tentang pengasuhan bayi, perubahan hormon, sakit atau trauma pasca melahirkan, serta ritme hidup yang nyaris berubah total, sedikit banyak membawa kekhawatiran tersendiri dan mempengaruhi pola pikir para mama baru.

Beruntung dengan perkembangan media sosial dan penelitian yang terus dilakukan, seseorang dengan kecenderungan depresi pasca melahirkan seperti ini dapat terdeteksi lebih dini, sehingga penanganan yang sesuai dapat segera dilakukan dan depresi yang dialami tidak menjadi berkepanjangan.

Tapi, Ma, depresi pasca kelahiran ini nggak cuma terjadi pada mama baru lho!




Depresi Pasca Kelahiran Juga Bisa Terjadi pada Para Papa Baru

Ada penelitian yang membuktikan, bahwa 1 dari 10 papa baru juga mengalami kondisi layaknya depresi pasca melahirkan para mama, dan disebut sebagai Post-Natal Depression. Jenis depresi ini bukan sesuatu yang umum dikenal oleh masyarakat, Ma, hingga para papa sendiri juga nggak menyadari bahwa diri mereka sedang terganggu dan membutuhkan bantuan profesional.

Wah! Mengejutkan bukan?

Biasanya para papa terserang depresi pasca melahirkan ini pada beberapa bulan setelah bayi mereka lahir, Ma. Depresi ini biasanya dipicu oleh masalah ekonomi, shock, rasa tidak percaya diri, mental yang belum siap untuk menjadi seorang papa, serta ketakutan berlebih akan menyakiti bayi atau istrinya.

Kondisi ini bahkan diperparah dengan karakter para pria yang terbiasa menyimpan perasaan mereka sendiri, dan enggan mengungkapkan ketidaknyamanan yang mereka alami kepada orang lain, bahkan kepada pasangan mereka sendiri. Dan, bila tidak segera ditangani, depresi pasca melahirkan yang dialami oleh Papa ini akan berakibat buruk pada kondisi keluarga. Bisa-bisa mengganggu hubungan suami istri atau papa dan anak nanti, dan penderitanya juga akan memiliki kecenderungan untuk bersikap kasar serta abusif lho!

Karenanya, seorang isteri perlu mengenali gejala-gejala Post-Natal Depression atau depresi pasca melahirkan yang terjadi pada suami mereka seperti yang berikut ini:
  • Enggan melakukan kontak fisik dengan bayi tanpa alasan yang jelas
  • Sering cemas berlebihan bila diminta bantuan untuk mengurus bayi
  • Emosi yang labil (mudah marah, sedih, tiba-tiba diam atau bingung)
  • Terlihat kaku, tidak lembut atau terlihat menyayangi bayi seperti para ayah pada umumnya
  • Menjauh dari keluarga atau lebih senang menyendiri
  • Libido menurun
  • Tidak antusias saat membicarakan tentang keluarga, bayi atau anak
  • Tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas keseharian

Cara Membantu Papa yang Terkena Depresi Pasca Melahirkan


1. Ajak Bicara

Bila seorang istri kerap (lebih dari tiga kali) menemukan beberapa gejala seperti di atas pada diri suami dalam kurun waktu lebih dari satu bulan, maka hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengajak bicara dari hati ke hati agar suami dapat lebih terbuka dan leluasa dalam mengungkapkan perasaan dan stress yang mereka pendam selama ini.

2. Minta Bantuan

Istri juga dapat meminta bantuan teman atau keluarga bila sekiranya suami masih enggan bercerita. 

Jika depresi pasca melahirkan ini masih berkelanjutan dan suami belum menemukan solusi, maka secepatnya perlu dilakukan konsultasi ke dokter atau psikiater. Dampingi di setiap langkahnya menuju kesembuhan ya, Ma.

3. Saling Support

Mungkin pada saat yang sama, Mama juga mengalami baby blues syndrome ini. Well, berarti inilah saatnya Mama dan Papa saling support dan mendukung satu sama lain melalui kesulitan bersama-sama. 

Mama dan Papa pasti bisa menjadi orangtua yang terbaik, biarkan saja bayi Mama dan Papa yang mengajarkannya. All you have to do is keep learning.

Stay strong, Papa, dan juga Mama, pastinya!
Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya! Ternyata Depresi Pasca Kelahiran Juga Terjadi pada Papa. Begini Gejalanya! Reviewed by Carolina Ratri on May 11, 2019 Rating: 5

No comments