5 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil

5 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil


Banyak saran yang beredar terkait perawatan kesehatan gigi dan mulut saat hamil. Sayangnya, tak semua saran itu benar.

Selama menjalani masa kehamilan, merawat kesehatan gigi dan mulut mungkin ada di daftar terakhir ibu hamil ya? Padahal urusan yang satu ini sangat penting dan sangat memengaruhi kesehatan janin.

Berkaitan dengan kehamilan, banyak mitos yang beredar seputar kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Mulai dari mitos dilarang menyikat gigi setelah muntah, dilarang memakai kawat gigi, hingga mitos kehamilan dan sakit gusi kronis.

Apakah mitos-mitos itu benar?


Mari kita lihat fakta-fakta terkait kesehatan gigi dan mulut ibu hamil berikut


1. Ibu hamil mudah terkena radang gusi.

Hal ini adalah fakta. Peningkatan hormon pada ibu hamil membuat gusi menjadi lebih mudah bengkak. Hal inilah yang membuat ibu hamil memang rentan terkena gingivitis gravidarum, atau radang gusi kehamilan.

Gusi yang membengkak akan lebih reaktif kepada bakter dan meningkatkan kemungkinan penumpukan plak. Jika sekali saja ibu hamil tak sikat gigi atau tidak menggunakan dental floss sebelum tidur, maka dalam 24 jam gusi pun akan merah, bengkak, atau berdarah.

Jika diteruskan, maka risiko periodontitis--yang dapat menyebabkan bone loss--akan meningkat.

Kabar baiknya, gingivitis gravidarum akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.


2. Dilarang memakai kawat gigi

Hal ini adalah mitos.

Mengunjungi dokter gigi sebelum hamil hampir sama pentingnya dengan mengunjungi dokter kandungan. Lakukanlah mouth preparation atau perawatan mulut sejak sebelum hamil.

Tujuannya agar gigi dan gusi saat hamil sudah dalam keadaan sehat dan terawat. Persiapan kesehatan gigi calon ibu hamil biasanya meliputi scaling, pembersihan karang gigi, dan menambal gigi berlubang.

Mouth preparation tidak termasuk mencopot kawat gigi karena dari segi kesehatan gigi ibu hamil tidak mengganggu.

Konsultasikan dengan obgyn sebelum perawatan gigi.


3. Dilarang sikat gigi setelah muntah

Hal ini fakta. Lebih tepatnya, jangan langsung menyikat gigi setiap habis muntah, karena sebaiknya baru dilakukan 1 jam setelah muntah.

Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sick yang membuatnya sering muntah. Saat muntah, rongga di mulut akan terjadi penurunan derajat keasaman yang membuat email gigi menjadi lebih rapuh.

Selain setelah muntah, menunda sikat gigi ini juga berlaku jika ibu hamil makan makanan asam, manis, dan minuman bersoda.

Di luar makanan tersebut, ibu hamil disarankan untuk langsung sikat gigi setelah makan.


4. Dilarang menggunakan mouthwash

Hal ini adalah mitos. Penggunaan mouthwash dan dental floss justru sangat disarankan dalam menjaga kesehatan gigi ibu hamil.

Yang sebaiknya dihindari itu adalah menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol.

Mengenai aturan pakainya, sama seperti menunda sikat gigi setelah muntah. Penggunaan mouthwash juga disarankan dilakukan sekitar 30-60 menit setelah muntah.

Sebaiknya, pilih mouthwash yang mengandung fluoride untuk memperkuat gigi, pilih juga yang mengandung zinc citrate karena berfungsi sebagai antibakteri.


5. Sakit gusi kronis berisiko kelahiran prematur

Ini adalah fakta. Pada dasarnya, sakit gusi disebabkan oleh bakteri yang berkumpul di plak, sedangkan plak itu sendiri adalah kumpulan bakteri yang merekat erat di lekukan gigi atau gusi.

Pada ibu hamil yang sakit gusi kronis, bakter di lekukan gigi bisa 10.000 kali lebih banyak dibanding mereka yang tidak hamil, atau dibanding ibu hamil tapi tidak sakit gusi.

Jika bakteri di mulut terlalu banyak, maka dapat mengalir ke aliran darah dan kemudian memicu kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), dan juga preeklampsia.

Fusobacterium nucleatum--bakteri yang seharusnya hanya berada di rongga mulut--juga selalu ditemukan pada bayi prematur dan bayi BBLR lho.



Menurut American Pregnancy Association, radang gusi kehamilan atau gingivitis gravidarum adalah masalah yang umum terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya adalah perubahan hormonal yang meningkatkan aliran darah ke sel-sel gusi.Hal ini membuat gusi menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan mudah bengkak.

Perubahan hormonal ini juga menghambat respons normal tubuh pada bakteri, sehingga dapat menyebabkan infeksi mulut.

Jika sudah terjadi infeksi, maka plak akan lebih mudah terbentuk di gigi dan bisa saja berakhir dengan gingivitis gravidarum--yang biasanya memuncak pada trimester kedua.

Untuk mencegahnya, rawatlah gigi dan mulut dengan sangat baik, misalnya dengan menyikat gigi 2 kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut.

Sehat selalu ya!
5 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil 5 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil Reviewed by Carolina Ratri on May 09, 2019 Rating: 5

No comments