Anak Stres di Sekolah? Jangan Remehkan, Kenali Sebabnya!

Anak Stres di Sekolah? Jangan Remehkan, Kenali Sebabnya!


Mama, barangkali Mama merupakan salah satu dari mereka yang menganggap, bahwa anak-anak tak akan atau tak mungkin mengalami stres, apalagi stres di sekolah. Gimana bisa stres? Mereka kan senang-senang aja ngertinya? Bermain, bikin berantakan rumah, ketawa ketiwi, main games. 

Paling-paling, satu-satunya kewajiban mereka adalah yang berhubungan dengan sekolah mereka. Tapi itu juga sebentar kok. Dibandingkan dengan jumlah jam bermain, ya masa stres sih?

Hmmm, jangan salah, Ma. Anak-anak juga mengalami stres. Berdasarkan hasil survei, ternyata ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya.
  • 36% responden mengatakan sekolah adalah penyebabnya.
  • 32% responden stres karena adanya konflik dalam keluarga. 
  • 21% gosip dan pergaulan dengan rekan sebaya 

Nah, kalau lihat survei di atas dan mendapati fakta bahwa persentase tertinggi penyebab anak stres adalah dari sekolah, bukankah kita sebagai orangtua akan menjadi khawatir juga akhirnya? Kira-kira anak-anak kita stres nggak di sekolah ya?

Hmmm, gejala yang paling mudah dilihat kalau anak stres di sekolah biasanya dia jadi pemurung, malas sekolah, malas mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah. Kadang juga ada gejala psikosomatik lainnya, misalnya setiap kali berangkat sekolah perut sakit atau mengeluh pusing. 

Nggak, Ma, mereka nggak pura-pura sakit supaya nggak usah sekolah. Jangan kita paksa mereka sekolah.

Ada banyak penyebab mengapa anak bisa sampai stres di sekolah, padahal seharusnya bagi anak-anak sekolah merupakan rumah keduanya. Seharusnya mereka bisa belajar dengan nyaman dan ceria. Seharusnya sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan setelah rumah. Karena selain untuk menuntut ilmu, sekolah merupakan tempat anak belajar bersosialisasi di mana mereka bertemu dan bisa bermain dengan anak-anak seusia mereka.

Tapi mengapa sampai bisa menyebabkan stres di sekolah?

1. Takut Nilai Jelek

Kadang tuntutan orangtualah yang menyebabkan anak takut mendapatkan nilai jelek. Akhirnya sebelum maju untuk ulangan, anak sudah merasa stres lebih dulu. Nah, kan, akhirnya orangtua juga yang membuat anak-anak stres.

Well, Mama, ada yang memang harus kita ubah, namun akan lebih baik jika kita memulainya dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Sebelum menuntut anak-anak, ada baiknya kita pertimbangkan lagi. Apakah memang nilai tinggi yang diperlukan oleh anak-anak, atau pengalaman dan pengetahuan yang akan didapat?

Jawaban dari pertanyaan di atas hanya bisa dijawab oleh Mama ya.

Untuk selanjutnya, agar anak tak takut akan nilai jelek, biasakan untuk selalu siap menghadapi ulangan, Ma. Ajak anak untuk mengulang pelajarannya setiap hari. Sisihkan waktu sejam dua jam untuk duduk dan mendampinginya belajar. Membaca bersama, membahas soal bersama, baik ada pekerjaan rumah ataupun enggak. Mama juga bisa mencarikan soal-soal via Internet. Agar anak-anak terbiasa menghadapi ulangan maka dia juga harus terbiasa menghadapi soal. Jangan dimarahi kalau ada soal yang tak bisa dia kerjakan.

Selain membantunya belajar, perlu juga untuk mengatakan padanya, bahwa Mama hanya ingin dia mendapat ilmu, bukan hanya sekadar nilai yang tinggi. Pujilah dia apa pun hasilnya, terutama setelah dia bekerja keras belajar dan mengerjakan ulangan.


2. Jadi Korban Bully

Perubahan sikap yang terlalu mencolok ketika anak stres di sekolah patut mendapat perhatian lebih dari orangtua.

Misalnya, si kecil yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pemurung, yang biasanya bersemangat sekolah tiba-tiba mogok nggak mau sekolah, psikosomatik seperti yang disebutkan di atas, dan lain-lain.

Mama harus peka dan segera mencari tahu apa penyebabnya, Ma. Selain karena pelajaran sekolahnya sendiri, sekarang ada hal lain juga yang menjadi momok anak-anak usia sekolah.

Ya, kini sedang marak kasus bullying di sekolah, Ma. Nggak cuma terjadi antar teman, tapi juga perlakuan kasar dari seorang guru killer pun bisa dikategorikan sebagai bullying. 

Namun meski begitu, Mama juga harus melihat semuanya secara objektif ya. Kini juga banyak berita-berita para guru yang dipermasalahkan dengan polisi karena melakukan sedikit saja kekerasan pada anak, tapi setelah diusut si anak yang sebenarnya salah dan nggak bisa diatur. 

Memang sulit ya, untuk melihat hal-hal seperti ini secara objektif, apalagi kalau melibatkan anak kita. Tapi kalau perlu, Mama bisa mengajak orang ketiga antara Mama dan pihak yang dicurigai menjadi pelaku bullying, untuk memastikan apakah yang dilakukannya tersebut termasuk bullying atau bukan.

Untuk si kecil sendiri, ajaklah dia untuk berbincang sejenak, dan bicarakan apa penyebab dia stres. Jika memang ternyata penyebabnya adalah bullying, baik itu oleh teman atau guru, selanjutnya, diskusikan hal ini dengan pihak sekolah, dengan wali kelas atau dengan guru pembimbing, agar kemudian sama-sama untuk dicarikan solusi.



3. Kesulitan Bangun Pagi

Ternyata perbedaan jam sekolah dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar juga bisa membuat anak stres di sekolah lo.

Jam masuk sekolah di taman kanak-kanak umumnya lebih siang ketimbang jam masuk sekolah dasar. Pun kalau seumpama si anak agak terlambat sedikit pun, di beberapa sekolah masih ada toleransi yang cukup baik. Ya, mau gimana lagi, namanya juga anak-anak. Katanya sih begitu.

Tapi kalau sudah mulai masuk ke sekolah dasar, beberapa anak memang mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Akhirnya dia rewel setiap kali dibangunkan di pagi hari. 

Hal ini bisa disiasati dengan memajukan jam tidurnya, Ma. Kemudian saat mendekati waktunya bangun pagi, buatlah semacam keributan kecil seperti mengeraskan volume televisi atau mengobrol dengan suara agak keras dengan suami di dekat kamarnya. Jangan membangunkannya terlalu mepet ya, Ma, agar dia bisa santai sejenak sebelum bersiap untuk berangkat sekolah.



Dengan mengeliminasi berbagai penyebab tersebut, diharapkan anak bisa menyesuaikan diri kembali dengan sekolah dan tak lagi mengalami stres di sekolah. Yang penting, dampingi selalu selama proses eliminasi tersebut. Karena hanya orangtua yang bisa menyembuhkan stres pada anak-anak.

Mama punya cerita mengenai anak-anak yang susah diajak berangkat ke sekolah? Kira-kira apa penyebabnya? Cerita yuk!
Anak Stres di Sekolah? Jangan Remehkan, Kenali Sebabnya! Anak Stres di Sekolah? Jangan Remehkan, Kenali Sebabnya! Reviewed by Carolina Ratri on May 02, 2019 Rating: 5

No comments