Ibu Hamil Tetap Sehat Saat Menjalankan Ibadah Puasa, Ikuti Tip-Tip Berikut!

Ibu Hamil Tetap Sehat Saat Menjalankan Ibadah Puasa, Ikuti Tip-Tip Berikut!


Ibu hamil mau ikut menjalankan ibadah puasa? Bisa kok, asal memperhatikan rambu-rambunya dan selalu rajin kontrol ke dokter!

Ada banyak cara agar Mama yang sedang hamil dapat juga ikut melakukan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga demi janin yang dikandungnya.

Karena, memang nggak bisa dimungkiri bahwa puasa memiliki banyak manfaat ya, baik dari segi spiritual maupun gaya hidup sehat. Ada kondisi tertentu di mana seorang mama yang muslim tidak diwajibkan berpuasa, salah satunya saat ia sedang hamil.

Namun, jika Mama masih tetap ingin menjalankan ibadah puasa, siapkan diri dengan baik fisik maupun mental, ada beberapa yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh ibu hamil jika ingin tetap menjalankan ibadah puasa agar tetap sehat.


4 Hal yang Harus Selalu Diingat oleh Ibu Hamil Jika Ingin Ikut Melaksanakan Ibadah Puasa

1. Konsultasi dengan dokter

Sebelum berpuasa

Sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Beri tahukan kondisi Mama kepada dokter, agar ia bisa memutuskan apakah Mama layak berpuasa atau tidak.

Sedang berpuasa

Saat berpuasa, Mama dianjurkan untuk kontrol ke dokter lebih sering, misalnya setiap 2 minggu sekali. Kontrol sangat penting agar dokter dapat mengecek kondisi kesehatan Mama dan janin.

Ada beberapa hal yang membuat ibu hamil tidak bisa melanjutkan puasa, di antaranya muncul banyak keluhan, kondisi fisik seperti berat badan kurang, dan menurunnya produksi air ketuban.

Kehamilan Trimester pertama

Pada trimester awal kehamilan biasanya terjadi perubahan hormon, sehingga kandungan menjadi lebih rentan. Di saat ini, janin juga mengalami pertumbuhan organ yang sangat krusial. Janin membutuhkan asam folat, mineral, dan nutrisi lainnya untuk berkembang dengan baik.

Karenanya, jika kehamilan baru memasuki trimester pertama, Mama tidak dianjurkan untuk puasa, terutama kalau terasa mual.


2. Cukupi asupan kalori dan cairan

Kalori dan cairan yang dibutuhkan saat berpuasa tetap mengacu pada kebutuhan normal ibu hamil sehari-hari. Hanya saja, jika biasanya dibagi ke dalam 3 sesi, yaitu pagi, siang, dan malam, saat berpuasa hanya 2 sesi, yaitu sahur dan berbuka.
Mengingat waktu untuk menjalankan puasa cukup panjang, maka Mama pun harus cerdas dalam memilih asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Saat sahur

Hindari makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi, karena mudah diserap, sehingga membuat Mama mudah lapar. Konsumsilah lebih banyak biji-bijian, gandum, dan sayur-sayuran yang kaya serat.

Perbanyak konsumsi daging karena mengandung protein yang bisa disimpan di dalam tubuh dalam waktu lama.

Saat berbuka

Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat simpleks, seperti kolak dan kurma. Hindari makanan bersantan.

Mama boleh saja mengonsumsi camilan, namun hindari yang terlalu manis agar nggak mengalami insulin shock.

Makanan yang dianjurkan:


Makanan yang harus dihindari:

  • Junk food
  • Goreng-gorengan
  • Makanan bersantan

Kebutuhan cairan tubuh pada ibu hamil

Normalnya, tubuh membutuhkan 2 – 2.5 liter atau sekitar 8 gelas air sehari, sementara ibu hamil memerlukan tambahan sekitar 300 cc air agar tidak kekurangan cairan. 

Saat menjalankan ibadah puasa. akan ada risiko bagi ibu hamil untuk dehidrasi. Dehidrasi pada ibu hamil dapat mengakibatkan berkurangnya produksi air ketuban dan membuat janin tidak berkembang sempurna. Asupan air ini dapat dibagi pada waktu sahur dan berbuka puasa.


3. Kenali kemampuan diri

Mama yang paling bisa memutuskan apakah mampu menjalankan puasa selama sebulan penuh atau tidak. Jika di tengah-tengah puasa Mama mengalami keluhan, seperti tidak enak badan atau mengalami dehidrasi, maka sebaiknya batalkan puasa Mama.

Ingat ya, Ma, Kesehatan tetap nomor satu.


4. Persiapan mental

Menjalankan ibadah puasa mungkin menjadi hal yang berat jika dilakukan saat hamil. Mama pun bisa merasa tertekan karenanya dan akibatnya jadi stres. Lakukan beberapa tip berikut agar berpuasa tidak menjadi beban.

  • Perubahan rutinitas, pola makan, dan menahan diri saat berpuasa dapat menimbulkan stres. Apalagi, ibu hamil yang berpuasa memiliki hormon kortisol penyebab stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Karenanya, berusahalah untuk tetap tenang.
  • Jangan terlalu banyak mengeluarkan energi. Jika ada yang menawarkan bantuan saat Mama ingin melakukan sesuatu, terima saja.
  • Berdiskusilah dengan teman yang pernah menjalani puasa selama hamil, minta kiat dan saran darinya.
  • Jika Mama bekerja dan tetap berpuasa, ambil cuti sesekali agar bisa digunakan untuk beristirahat.
  • Hindari membawa barang berat saat Mama tengah hamil dan berpuasa, serta kurangi kesibukan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.


Nah, Mama, semoga dengan beberapa tips aturan puasa bagi ibu hamil di atas, Mama tetap sehat pun bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik sehingga bisa diterima di Lebaran nanti ya. Amiiin!
Sehat selalu ya, Ma!
Ibu Hamil Tetap Sehat Saat Menjalankan Ibadah Puasa, Ikuti Tip-Tip Berikut! Ibu Hamil Tetap Sehat Saat Menjalankan Ibadah Puasa, Ikuti Tip-Tip Berikut! Reviewed by Carolina Ratri on April 23, 2019 Rating: 5

No comments