Relaktasi atau Ingin Kembali ke ASI, Begini 3 Cara Melakukannya



Relaktasi atau kembali ke ASI setelah terputus bukanlah sekadar harapan muluk belaka. Namun, hal ini mungkin dibutuhkan usaha dan waktu yang lebih banyak, juga variasi yang bisa meningkatkan pasokan ASI.

Pada ibu yang menyusui, pasokan ASI mungkin bisa ditingkatkan dalam hitungan hari. Namun, kalau bayi benar-benar sudah berhenti menyusu, bisa makan waktu 1-2 minggu atau lebih sebelum sejumlah besar ASI keluar. Dan, ini pun butuh perjuangan yang berat.

Ada beberapa upaya yang dapat Mama lakukan, jika seandainya Mama ingin melakukan relaktasi menurut Dedi Setiawan, seorang pemegang lisensi konsultan laktasi dari International Board of Lactation Consultant Examiners (IBLCE).

3 Langkah Kembali ke ASI

1. Manfaatkan bantuan dari rumah

Bantuan terhadap ibu di rumah sangat diperlukan, terutama dalam upaya membantunya meningkatkan rasa percaya diri mampu menghasilkan ASI lagi.

Dukungan nutrisi dari makanan dan minuman ataupun beberapa tanaman laktogog juga bisa dilakukan di rumah.

Minta Papa dan semua anggota keluarga untuk mendukung Mama, agar dapat istirahat yang cukup serta mampu rileks saat menyusui. Nenek ataupun mungkin ada ART bisa diminta untuk membantu mengambil alih tanggung jawab lain—tapi bukan hal-hal yang berhubungan dengan perawatan bayi.

Berdiskusilah dengan mereka yang profesional untuk mencari penyebab kurangnya pasokan ASI. Mama juga boleh meminta bantuan pada tenaga medis.


2. Optimalisasi bantuan diri sendiri

Selain bantuan dari pihak lain, motivasi terbesar harus hadir dari diri Mama sendiri.
Mama harus bisa menjaga diri Mama untuk tetap dekat dengan Mama, dan sesering mungkin melakukan kontak kulit dengan bayi.

Biarkan bayi lebih sering menyusu, setidaknya 10 kali dalam 24 jam. Atau boleh lebih kalau bayinya mau.

Mama bisa mencoba menyusui 2 jam sekali, atau kapan pun bayi terlihat berminat dengan durasi yang lebih lama dari sebelumnya.

Mama sebaiknya bersama bayi dan menyusui juga di malam hari. Kadang memang paling mudah itu menyusui saat bayi mulai mengantuk.


3. Bantuan jenis susu lainnya

Sementara ASI belum keluar dan sambil menunggu, dapat juga dipertimbangkan memberi susu jenis lainnya, Ma.

Untuk memulai, Mama harus memberi seporsi penuh ASI perah atau donor, atau bisa juga susu formula sesuai berat badan bayi (150ml/kgBB/hari), atau jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi bayi sebelumnya.

Segera setelah ASI keluar sedikit, Mama dapat mengurangi jumlah susu lainnya ini, total sehari sebanyak 30-60ml tiap hari.

Bagi jumlah total susu untuk sehari dengan beberapa kali pemberian (8, 9 atau 10) untuk menentukan jumlah susu tiap kali diberikan. Tambahkan sedikit kalau ada yang tumpah.



Nah, satu lagi yang perlu dipertimbangkan oleh Mama dan keluarga. Perawatan di rumah sakit kadang bisa membantu banget ya, Ma, karena tersedia bantuan tenaga kesehatan yang terlatih atau terampil. Tenaga medis/dokter dapat membantu dengan meresepkan obat-obatan seperti metoklopramid atau dom peridon untuk meningkatkan ASI.

Semoga program kembali ke ASI yang akan Mama lakukan bisa sukses ya, dan si kecil mendapatkan apa yang menjadi haknya.

Relaktasi atau Ingin Kembali ke ASI, Begini 3 Cara Melakukannya Relaktasi atau Ingin Kembali ke ASI, Begini 3 Cara Melakukannya Reviewed by Carolina Ratri on February 09, 2019 Rating: 5

No comments