Cara Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari Agar Cepat Sehat Kembali

Cara Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari


Saat cuaca sedang panas, atau mungkin Mama sekeluarga sedang berlibur ke pantai atau ke tempat-tempat lain yang memungkinkan cahaya matahari didiskon besar-besaran dan mengenai tubuh, bisa jadi akan membuat kulit menjadi terbakar. Hal ini bisa terjadi kapan pun, sehingga Mama perlu tahu nih cara merawat kulit yang terbakar sinar matahari agar bisa segera mengatasinya.

Pada saat terjadi sunburn—atau kulit terbakar matahari—lapisan melanocyte pada kulit akan memproduksi pigmen melanin sehingga kulit pun menjadi lebih gelap. Proses ini dapat melindungi kulit karena pigmen melanin menyerap radiasi sinar UV. Jika berlebihan, kulit akan tampak merah dan terjadi pengelupasan kulit.

Inilah yang dinamakan dengan sunburn. Sunburn dapat memicu masalah kulit lain, seperti penuaan dini dan menyumbang 50% masalah kanker kulit yang disebut melanoma. Itulah sebabnya penggunaan tabir surya sangatlah penting.

Namun, terkadang walaupun sudah menggunakan tabir surya, kulit tetap mengalami sunburn akibat terbakar sinar matahari.

Berikut cara merawat kulit yang terbakar sinar matahari yang tepat agar kulit cepat pulih dan kembali sehat


1. ‘Dinginkan’ kulit

Saat sudah berada di ruangan sejuk, segera kompres kulit yang terbakar sinar matahari. Ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengompres kulit yang mengalami sunburn:

Lidah buaya

Sangat efektif membantu mendinginkan kulit akibat terbakar panas matahari. Simpan lidah buaya di dalam kulkas selama beberapa saat.
Setelah dingin, blender gel lidah buaya dan campurkan dengan segelas kecil yoghurt tanpa rasa atau gunakan susu cair. Lemak yang terkandung dalam susu dapat membantu melembutkan kulit kering akibat terbakar panas matahari.
Sedangkan yoghurt dapat mendinginkan sekaligus mencerahkan kulit. Balurkan campuran bahan tersebut ke seluruh tubuh, lalu diamkan selama 20 menit.

Air teh 

Kompreskan ke kulit dengan kain katun. Kandungan tannic acid di dalam teh dapat membantu memulihkan radang kulit.
Hindari penggunaan produk after sunburn yang mengandung benzocaine karena dapat menimbulkan rasa gatal dan kemerahan.


Tomat, Mentimun, dan Kentang

Simpan tomat, mentimun atau kentang di dalam kulkas. Setelah dingin, iris dan tempelkan pada kulit yang terbakar.
Untuk kentang, haluskan terlebih dahulu ya, Ma, menggunakan blender, lalu oleskan pada kulit. Lakukan cara ini selama 20 menit, bersihkan dengan air. Jangan gunakan air panas.

Madu

Madu alami tanpa pewarna, perasa tambahan dan tambahan aroma bisa membantu mengatasi peradangan, yaitu berupa kulit memerah yang diiringi rasa nyeri.
Oleskan madu pada kulit, diamkan selama 20 menit. Bilas dengan air bersih.


2. Berikan kenyamanan pada kulit

Segarkan kulit dengan mandi air dingin. Jangan gunakan air panas dan sabun untuk sementara waktu, seenggaknya 3-4 hari setelah terjadi sunburn.

Pada saat kulit mengalami sunburn, penggunaan sabun bisa memicu kulit semakin kering, Ma, sehingga makin perih terasa nanti.

Hindari juga scrubbing atau peeling untuk sementara waktu ya.

Setelah mandi, aplikasikan pelembap tubuh dan wajah yang mengandung air atau aloe vera. Akhiri dengan tabir surya dan hindari beraktivitas langsung di bawah paparan sinar matahari.

Saat area kulit sunburn mulai pulih, ganti pelembap dengan produk yang mengandung antioksidan dan air untuk membantu memulihkan kulit secara lebih mendalam.


3. Jangan ganggu kulit dulu

Cara merawat kulit yang terbakar sinar matahari berikutnya adalah hindari gerakan menggaruk atau menggosok kulit saat kulit masih meradang dan memerah, karena hal ini bisa membuat kulit terkelupas.

Bisa tambah sakit lo, Ma.


4. Busana yang tepat

Kulit yang mengalami sunburn cenderung sensitif pada gesekan. Karena itu, pilihlah baju berbahan katun yang longgar dan dapat menyerap keringat.

Jika sunburn terletak pada area dada, lingkar dada, dan punggung, Mama dapat menggunakan sport bra untuk sementara waktu, Ma.


5. Konsumsi suplemen

Cara merawat kulit yang terbakar sinar matahari ini juga harus dibarengi dengan nutrisi dan pengobatan dari dalam, Ma.

Lawan dampak radikal bebas pada sinar ultraviolet dengan mengonsumsi beberapa suplemen seperti vitamin C 1000 mg, beta karoten 15 mg, vitamin E, dan minyak biji rami (flaxseed oil) sebanyak 2 sendok makan. Suplemen tersebut membantu tubuh menghasilkan antioksidan alami sehingga mempercepat pemulihan kondisi kulit.

Selain itu, Mama juga dapat mengonsumsi berbagai antioksidan alami yang diperoleh dari sayuran hijau, wortel, kacang almond, dan avokad.


Nah, demikian cara merawat kulit yang terbakar sinar matahari yang paling jitu. Semoga kulit Mama atau siapa pun yang hendak Mama tolong cepat sehat kembali ya.

Semoga bermanfaat.

Cara Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari Agar Cepat Sehat Kembali Cara Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari Agar Cepat Sehat Kembali Reviewed by Carolina Ratri on February 14, 2019 Rating: 5

No comments