5 Cara Mendidik Anak dan Membuatnya Tumbuh Menjadi Anak Kreatif

5 Cara Mendidik Anak Kreatif


Sukses tidaknya masa depan anak, salah satunya ditentukan  oleh kemampuannya memecahkan masalah dan berpikir out of the box. Cara untuk melatihnya adalah mendidik anak dengan mengajaknya untuk selalu berpikir kreatif.

Dalam masyarakat kita, kreativitas memang biasanya dikaitkan dengan seni. Anak yang pandai memainkan alat musik, atau pandai melukis, selalu akan dibilang sebagai anak yang kreatif. Padahal, tahu nggak sih, bahwa banyak terobosan di bidang sains dan teknologi tercipta karena pemikiran-pemikiran kreatif. Steve Jobs, misalnya, mampu mengembangkan Apple melalui proses berpikir kreatif yang divergen.

Divergen? Apa itu?

Bukan, itu bukan film yang dibintangi oleh Shailene Woodley itu, Ma. (meski sepertinya sih berangkat dari istilah dengan pengertian yang sama). Berpikir divergen berarti cara berpikir untuk menemukan berbagai alternatif jawaban. Misalnya nih, kalau ditanya apa fungsi kacamata, maka selain menjawab sebagai alat bantu baca, dia pun akan menjawab dengan hal lain. Misalnya, sebagai pelindung mata dari cahaya matahari, sebagai bandana Mama, atau sebagai aksesoris fashion Mama.

Hmmm ... bermacam-macam kan?

Seorang psikolog pendidikan dari College William & Mary, Virginia Amerika, Kyung Hee Kim Ph.D mengadakan riset terhadap 300.000 siswa kelas 12 menyatakan bahwa skor kreativitas siswa mengalami penurunan yang signifikan sejak tahun 1990. Lebih gawat lagi, siswa TK hingga siswa kelas 3 SD merupakan usia yang paling menurun kreativitasnya, yang kemudian diikuti oleh siswa kelas 4 hingga kelas 6.

Menurut beberapa ahli pendidikan, ancaman dari kreativitas adalah kemalasan untuk menemukan sesuatu yang berbeda, Ma. Kemalasan ini bisa berasal dari diri sendiri, atau bisa juga dari pengaruh lingkungan eksternal yang kurang mendorong anak untuk berpikir kreatif.

Nah, salah satu kendala di Indonesia, masih menurut beberapa ahli nih ya, kurang berkembangnya kreativitas anak dari faktor eksternal mostly malah datang dari suasana di sekolahnya, Ma. Misalnya seperti pelajaran di sekolah lebih didominasi oleh hafalan, soal ulangan yang hanya menyediakan satu jawaban yang dianggap paling benar, memarahi anak yang memberikan jawaban alternatif, atau memandang kreativitas sebagai bentuk pemberontakan dan penyimpangan.

Duh, makin serius dan parah saja kedengarannya ya.

Jadi, harus kita dong sebagai orangtuanya yang bertugas untuk mengembangkan kreativitas anak? Ya, jelas, Ma! Kalau bukan dari kita, dari mana lagi anak-anak akan memperoleh bekal hidupnya, termasuk kreativitas ini?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar bisa menjaga dan menumbuhkan kreativitas si kecil, Ma.

5 Cara Mendidik Anak dan Menumbuhkannya menjadi Anak Kreatif


1. Survei sekolah

Sebelum memasukkan si kecil ke TK, SD, atau Playgroup, orangtua perlu melakukan survei terlebih dahulu.

Cari informasi apakah sekolah yang bersangkutan memberi kesempatan bagi anak untuk aktif mengekspresikan dirinya? Apakah kegiatan sekolah memungkinkan anak untuk dapat bermain bebas? Apakah aktivitasnya sebatas hanya duduk, membaca, menulis, dan menghafal?

Setelah Mama melakukan survei, akan terkumpullah data, mana sekolah yang bisa mendukung kreativitas si kecil dan mana yang tidak. Selanjutnya, nggak perlu ragu-ragu memilih ya, Ma.


2. Kursus kreativitas

Ikut sertakan si kecil dalam lembaga atau kursus-kursus yang dapat membantunya mengembangkan kreativitas. Seperti misalnya les menari, kursus melukis, les piano, dan lain sebagainya.

Sejauh aktivitas yang diikuti mampu memberi ruang dan kebebasan pada si kecil untuk berkreasi, pasti kreativitas anak akan berkembang, Ma. Namun tetap pastikan bahwa si kecil tidak dipaksa untuk mengikuti semua les ini. Semua harus sesuai dengan keinginannya ya, Ma. Jika ia tak tertarik, jangan paksa.

Selain itu, juga jangan berharap kreativitas tersebut bisa langsung tumbuh ya. Si kecil juga butuh waktu, minat, serta ketertarikan pada suatu hal, sehingga pada akhirnya akan membuat si kecil menyukai bidang tertentu dan menghasilkan karya kreatif.


3. Berikan waktu bermain bebas

Untuk mengimbangi aktivitas belajar akademik, si kecil perlu banget untuk diberi kesempatan bermain bebas, tanpa takut diadili atau dinilai, Ma.

Batasi menonton televisi atau bermain gadget dan komputer maksimal 2 jam per hari. Dorong anak beraktivitas bersama teman-temannya di luar rumah, karena hal ini akan dapat mengembangkan ketangkasan fisiknya, mengajarkan jiwa sosial anak dalam dinamika kelompok, juga membantu mereka untuk berpikir kreatif.

Bermain bebas memungkinkan otak untuk lebih santai. Kondisi ini bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk merangsang pemikiran kreatif. Karena dengan beristirahat dari aktivitas pengumpulann data seperti belajar di sekolah, maka otak akan bereksplorasi dan mengolah informasi yang lebih banyak sehingga melahirkan ide-ide baru.

So, biarkan si kecil punya teman imajiner, membangun benteng pertahanan, berpura-pura menjadi koki restoran, dan aneka permainan bebas lainnya ya, yang sama sekali terlepas dari televisi, komputer dan gadget.


4. Berimajinasilah bersamanya

Lupakan sistem pendidikan mewah dan paket progra DVD mahal, Ma!

Untuk membantu si kecil mengembangkan daya pikir kreatifnya yang Mama butuhkan hanyalah imajinasi. Berikut beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk berimajinasi bersamanya:

Membuat cerita bersama. 

Mulailah bercerita dengan sederhana, misalnya, “Ada seekor kancil yang sedang mencari makan di hutan ...”, lalu biarkan si kecil meneruskan ceritanya hingga selesai. Aktivitas ini akan membantu si kecil mengeksplorasi paduan kata-kata dan juga ide secara spontan.

Ajak bertekun

Bila si kecil mengalami kesulitan untuk menyusun puzzle, jangan langsung dibantu, Ma. Tahan keinginan Mama sebentar, dorong dia untuk terus mencoba menyelesaikan rangkaian puzzle tersebut.

Biarkan mereka bereksplorasi dengan objek sehari-hari.

Sapu bisa menjadi kendaraan penyihir, kemoceng bisa menjadi tongkat ajaib, ember bisa menjadi ketel untuk memasak ramuan sihir, dan seterusnya. Aktivitas ini memungkinkan anak untuk mengeksplorasi segala kemungkinan yang ada.


5. Ajak anak untuk beraktivitas bersama Mama

Masak bersama bisa menjadi salah satu alternatif cara untuk membuatnya berpikir kreatif, Ma.

Biarkan anak menggabung-gabungkan aneka bahan masakan layaknya seorang chef terkenal sedang menciptakan resep signature-nya. Kita nggak pernah tahu, kapan dua bahan makanan yang berbeda bisa menjadi makanan nikmat.

Terbukalah pada saran menu si kecil, Ma. Seloyang pizza stroberi sepertinya nggak begitu buruk. Begitu pun dengan semangkuk es krim makaroni.


Tanggung jawab pengembangan kreativitas pada anak memang ada pada diri mereka sendiri. Kita hanya bisa membantu dan mendorongnya agar selalu bersemangat bereksplorasi.

Dan itu nggak mudah lho, karena kita harus selalu mengatakan hal yang positif atas setiap inisiatif mereka, apa pun hasilnya. Sesekali arahkan anak untuk tetap berada di jalur yang aman tanpa mengancam ataupun menakut-nakuti. Kita memang harus mendorongnya untuk lebih kreatif, namun juga tidak memaksanya harus kreatif.

Meski nggak mudah, tapi bukan berarti nggak mungkin kan? Siapa tahu si kecil akan menjadi the next Steve Jobs di masa depan.

Semangat, Mama!

5 Cara Mendidik Anak dan Membuatnya Tumbuh Menjadi Anak Kreatif 5 Cara Mendidik Anak dan Membuatnya Tumbuh Menjadi Anak Kreatif Reviewed by Carolina Ratri on February 16, 2019 Rating: 5

No comments