5 Cara Hadapi Si Suami Otoriter Tukang Ngatur



Mama sangat mencintai Papa, namun sayangnya dia adalah tipe suami otoriter. Sikapnya yang senang mengatur membuat hubungan suami istri menjadi begitu tak nyaman. Bagaimana ya mengatasinya?

Tenang, Ma. Tarik napas dalam-dalam, lalu mari kita cari jalan keluar.

Yuk, kita coba untuk mengubah diri Mama dulu. Ini strateginya.


5 Cara Hadapi Suami Otoriter


1. Kepribadian selalu menurut menjadi lebih logis

Seseorang bisa jadi penurut ketika begitu mencintai pasangannya. Padahal semakin menurut, tipe suami otoriter ini akan semakin ingin mengendalikan yang lainnya.

Ubahlah diri Mama dengan menurut yang terbatas atau logis. Artinya selama hal tersebut mengarah pada kebaikan, maka ada baiknya dituruti. Tapi jika tidak, maka katakan tidak.

Dengan mengubah diri Mama secara logis, suami pun akan lebih menghargai Mama.


2. Kepribadian tertutup menjadi terbuka

Suami otoriter cenderung tak peka terhadap perasaan orang lain. Ia biasa memaksakan kehendak ataupun pendapatnya.

Hal ini perlu disiasati dengan keterbukaan, Ma.

Kemukakan perasaan yang Mama rasakan. Baik itu perasaan sedih, kesal atau lainnya. Biarkan suami mengetahui apa yang Mama rasakan.

Latihlah diri Mama sendiri menjadi lebih asertif, yaitu mampu mengemukakan keberatan tanpa rasa takut. Bangun posisi yang sejajar, bukan atas bawah.

Dengan demikian, suami akan menghormati Mama sebagai individu yang seutuhnya.


3. Aturan unfair menjadi fair

Suami otoriter sering kali membuat komitmen yang unfair. Ia akan membuat aturan yang berlaku sepihak. Dengan berbagai alasan dikemukakan, tujuannya hanya satu, yaitu menghindari aturan yang sudah dibuatnya sendiri.

Buatlah kesepakatan atau aturan yang berlaku untuk kedua pihak. Jika tidak, maka aturan tak bisa diteruskan.

Ubahlah hal-hal yang unfair menjadi fair. Hubungan suami istri pun akan lebih nyaman.


4. Komunikasi searah menjadi komunikasi dua arah

Suami otoriter biasanya ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Hal inilah yang membuat komunikasi menjadi searah saja. Padahal hubungan yang sehat dilandasi dengan komunikasi dua arah.

Jangan sampai terjebak di sini, Ma. Jangan sampai Mama jadi tak punya hak untuk berbicara. Mama punya hak untuk memiliki ide untuk disampaikan dan didengarkan. Perjuangkan, Ma!


5. Kekhawatiran ‘takut ditinggalkan’ menjadi berani menyelamatkan diri

Sifat otoriter semakin menjadi, ketika tahu bahwa pasangannya takut ditinggalkan. Inilah yang membuat dirinya semakin sok berkuasa.

Segera ubah diri Mama! Dari pribadi yang takut ditinggalkan, menjadi pribadi yang kuat.

Bangunlah kesadaran, bahwa Mamalah yang harus menyelamatkan diri. Berada di bawah pasangan otoriter bisa membahayakan diri Mama. Baik dari sisi mental, fisik dan masa depan.

Jika berbagai usaha sudah dilakukan dan nggak berhasil, segera persiapkan diri untuk menjadi pribadi mandiri yang lepas dari suami demi menyongsong masa depan yang lebih cerah.


Yang pasti, Ma, jangan sampai mengorbankan diri Mama sendiri. Mama adalah pribadi yang kuat, yang pasti bisa mengatasi semua kesulitan yang ada. Mama adalah pemilik diri Mama sendiri, bukan orang lain.

Ingat hal ini selalu. Niscaya deh, saat Mama merasa bebas berekspresi dan bertindak, kepercayaan diri Mama akan semakin besar.
5 Cara Hadapi Si Suami Otoriter Tukang Ngatur 5 Cara Hadapi Si Suami Otoriter Tukang Ngatur Reviewed by Carolina Ratri on January 13, 2019 Rating: 5

No comments