7 Cara Ibu Bekerja untuk Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga



Jadi ibu bekerja itu challenging. Pagi hari harus berkutat dengan kerempongan rumah tangga, anak
berangkat sekolah sementara kita juga harus bersiap berangkat kerja. Malam hari harus meluangkan
waktu quality time bersama keluarga, sekalipun pikiran kadang melayang-layang ke pekerjaan di kantor.

Saya yakin hampir sebagian besar ibu bekerja pernah merasa bersalah karena harus meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja. Tapi di sisi lain, bekerja bisa membuat pikiran kita tetap waras, aktualisasi diri, dan paling tidak kita bisa sedikit banyak membantu suami mencapai impian bersama.

Bagi ibu bekerja, mencapai work-life balance sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Dengan
melakukan beberapa hal ini, saya yakin kita bisa menyeimbangkan worklife dan parenthood.

Cara Ibu Bekerja Untuk Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga


1. Stop Terus-Terusan Merasa Bersalah

Kita memang tidak memiliki waktu 24 jam penuh bersama anak-anak. Tetapi jika support system di
sekitar sudah mendukung, sudah mendapatkan childcare yang terpercaya, maka tidak ada alasan untuk terus-menerus merasa bersalah. Lebih baik pikirkan hal-hal positif yang akan diperoleh jika kita bekerja.

Misalnya, tunjangan untuk anak yang diberikan perusahaan, atau kita bisa menyimpan tabungan eksta
untuk biaya kuliahnya.


2. Miliki Kebiasaan Rapi dan Terorganisir

Aktivitas ibu bekerja sehari-hari memang padat, jadi penting sekali untuk membuat segalanya lebih
efisien dan terorganisir. Belanja kebutuhan rumah tangga satu minggu sekali, tempelkan jadwal menu
harian di kulkas, dan siapkan bahan masakan malam sebelumnya lalu simpan di kulkas.

Maka pagi harinya waktu kita bisa lebih efektif tanpa terburu-buru. Bahkan kita masih bisa menyiapkan bekal anak sekolah serta bekal makan siang di kantor dengan menu-menu sehat.


3. Tetap Berkomunikasi Ketika Bekerja

Jika memungkinkan, tetaplah berkomunikasi dengan anak-anak. Ketika istirahat kerja, lakukan video call dan obrolkan aktivitas mereka di sekolah atau rumah. Tidak ada salahnya juga kita menceritakan sedikit aktivitas di kantor, sehingga anak tahu bahwa kita sibuk bekerja tapi tetap memperhatikannya.

Dan jika suatu saat kita harus berangkat kerja lebih awal, tinggalkan pesan berupa notes atau video
rekaman pesan-pesan kita. Dengan demikian, anak tetap merasa dekat sekalipun kita tidak
menemaninya sepanjang waktu.




4. Ciptakan Family Time Minimal Seminggu Sekali

Dalam seminggu, waktu istirahat kita minimal hanya 2 hari. Dari waktu yang singkat itu, gunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan qulity time bersama keluarga.

Ada kalanya, perlu sesekali kita matikan ponsel dan fokus memberikan waktu serta perhatian untuk anak dan pasangan. Carilah aktivitas menyenangkan untuk dilakukan bersama, misalnya nonton film di bioskop, bermain board games, memasak, berenang, atau main di wahana bermain keluarga.


5. Disiplin dengan Pekerjaan

Dengan menyadari bahwa waktu yang kita miliki sangat terbatas, jadi perlu sekali kita lebih disiplin lagi dalam bekerja. Tuliskan to do list pekerjaan kita dan target pencapaian hariannya, serta fokuslah untuk mengerjakannya.

Gunakan waktu kerja dengan maksimal, supaya kita tidak perlu lembur untuk menyelesaikannya. Dan ketika di rumah nanti, kita bisa lebih fokus meluangkan waktu bersama keluarga.


6. Luangkan Waktu untuk Pasangan

Kita bisa mengaktulisasikan diri dalam bekerja salah satunya tentu atas support pasangan. Jadi
meluangkan waktu khusus untuk pasangan sangat penting untuk me-recharge semangat dan rasa cinta.

Cobalah jadwalkan waktu untuk pacaran at least 1 bulan sekali. Jika sulit menitipkan anak, pacaran di
rumah setelah anak tidur juga bisa. Tanpa membicarakan pekerjaan, tanpa membahas anak.

Dan jangan lupa, cobalah kirimkan pesan-pesan penuh cinta di sela-sela jam kerja. Rasakan getarannya. Karena ketika kita sibuk mengejar mimpi-mimpi, seringkali kita melupakan rasanya jatuh cinta.


7. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Hidup kita bukan hanya untuk pasangan dan anak. Jangan lupakan diri sendiri yang juga harus bahagia menjalani semuanya. Cobalah luangkan waktu 1-2 jam setiap harinya untuk memanjakan diri sendiri.

Tidak harus keluar rumah, misalnya dengan memanggil jasa pijat ke rumah, membaca buku yang sudah dibeli sejak lama, atau yoga dan fitness dengan bantuan Youtube!

Yang paling penting, jangan lupa asupan gizi yang cukup. Terlalu fokus pada pekerjaan dan keluarga,
seringkali kita malah melupakan diri sendiri yang sebenarnya harus juga dijaga.


Kini, mencapai work-life balance untuk ibu bekerja bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi kemajuan teknologi semakin mempermudah kita untuk mencapai itu semua. Kebahagiaan di dunia kerja, juga dalam keluarga.

Selamat mencoba!

Penulis: Noni Rosliyani
7 Cara Ibu Bekerja untuk Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga 7 Cara Ibu Bekerja untuk Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga Reviewed by Carolina Ratri on January 11, 2019 Rating: 5

No comments