5 Tradisi Natal untuk Dilakukan Bareng Keluarga Tahun Ini demi Mengembalikan Makna yang Sebenarnya

5 Tradisi Natal untuk Dilakukan Bareng Keluarga Tahun Ini demi Mengembalikan Makna yang Sebenarnya


Arti perayaan dan tradisi Natal keluarga akhir-akhir memang semakin jauh bergeser ya?

Orang-orang memperingati Natal menjadi ke arah sekadar hura-hura, pesta, dan belanja. Anak-anak lebih excited juga, tapi bukan karena semangat Natalnya. Tapi karena mereka lebih mengharapkan mendapat kado Natal dari Sinterklas daripada meresapi arti hari Natal itu sendiri.

Yah, tradisi Natal yang bergeser seperti ini bisa dimaklumi, dengan adanya berbagai pengaruh--baik dari luar rumah maupun dari keluarga sendiri.

Betapa kita juga sering lupa menanamkan akan makna penting hari Natal pada anak-anak, sehingga yang mereka tahu adalah Natal yang selalu identik dengan kado, hadiah, dan berbagai makanan dan minuman yang bisa mereka dapatkan di tanggal 25 Desember.

Nah, makanya, Ma. Coba yuk kita ubah sedikit tradisi Natal yang sudah sedemikian jauh bergeser untuk kembali ke arti Natal yang hakiki, yaitu memperingati hari lahirnya Sang Juru Selamat, dengan berbagai cara berikut ini.


5 Tradisi Natal untuk mengembalikan makna Natal yang sebenarnya

1. Count down days to Christmas

Menghitung mundur hari menuju hari H perayaan Natal bisa kita manfaatkan untuk mengajarkan mengenai konsep waktu dan hitungan hari pada si kecil.

Buat rencana acara apa saja dan kegiatan apa saja yang bisa Mama lakukan bareng keluarga, bersama si kecil bahkan juga si bayi.

Misalnya sejak 10 hari menjelang Natal. Buatlah agenda harian yang cukup besar misalnya dengan menggunakan kalender atau white board, dan minta si kecil untuk menyusun kegiatan apa saja yang bisa mereka lakukan bersama Mama selama count down days to Christmas.

Dengan demikian, saat keluarga Mama melaksanakan acara ataupun kegiatan setiap harinya, Mama bisa sambil mengajarkan si kecil bahwa kita sudah semakin dekat pada Natal.


2. Menulis surat

Zaman sekarang surat sudah semakin dikalahkan oleh segala macam yang berbau digital, seperti email, pesan singkat SMS, WhatsApp, dan juga e-card ataupun ucapan melalui Facebook.

Namun sebenarnya menulis surat akan selalu menyenangkan untuk anak-anak. Karena itu, coba deh Mama ajak mereka untuk menulis ucapan terima kasih pada nenek, kakek ataupun orang-orang lain yang berjasa pada mereka selama setahun terakhir.

Misalnya pada penjual bakso di mana si kecil sering jajan, pada penjual buku sekolahnya, bahkan pada satpam sekolahnya. Surat terima kasih seperti ini tentu akan sangat berarti bagi mereka.


3. Memasak hidangan Natal bersama

Betul, perayaan Natal tak bisa lepas dari kue-kue yang enak yang dihidangkan selepas kita merayakan Natal di gereja.

Namun, ketimbang beli, bukankah akan lebih baik jika kita buat sendiri bersama si kecil? Saat memasak, si kecil bisa belajar banyak lo, misalnya belajar mengenai permukaan kasar, halus, lembut, atau belajar menimbang bahan, atau belajar rasa dan juga aroma.


4. Menonton film keluarga bertema Natal bersama-sama

Mama bisa membeli DVD-DVD film-film keluarga bertema Natal yang seru, dan punyai nilai kebersamaan dan semangat Natal, dan ajak si kecil nonton bersama. Atau, mungkin Mama lebih memilih streaming saja di penyedia film-film legal? Boleh saja.

Ada banyak film bertema Natal yang cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Sebut saja Home Alone 1 dan juga sekuelnya, yang dibintangi oleh bintang film cilik yang ngehits banget di masanya, Macaulay Culkin.

Atau, The Santa Clause yang dibintangi oleh Tim Allen juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Atau kalau si kecil suka film animasi, Anda bisa memilihkan The Polar Express atau How the Grinch Stole Christmas.


5. Membuat foto keluarga

Semangat Natal yang ada di hati masing-masing orang biasanya akan memancar hingga orang-orang akan terlihat lebih bahagia dan lebih sering tersenyum. Manfaatkan dan abadikan dalam sebuah foto keluarga.

Jika Mama menjadikannya sebagai tradisi Natal setiap tahunnya, maka suatu saat nanti Mama akan menyadari betapa berkembangnya keluarga Mama.

Tahun 2018 ini, barangkali si kecil masih berusia 1 tahun dan posisinya hanya bisa dipangku saat foto keluarga dibuat. Tahun depan dia akan berusia 2 tahun, ini berarti dia sudah bisa berpose sendiri.

Akan tiba saatnya nanti Mama akan terkejut ketika mendapatinya sudah duduk di bangku SMA, sudah mulai kenal makeup, atau sudah berjakun dan ganteng. Hingga kemudian Mama menyadari bahwa ada tambahan anggota keluarga baru, misalnya menantu dan cucu. Akkk!

Jadikan momen ini untuk membangun tradisi Natal yang bisa menjadi titik untuk melihat betapa keluarga tumbuh dan berkembang, dan lihat bagaimana Mama akan menikmatinya.


Nah, apakah Mama punya tradisi Natal yang khas dalam keluarga, dan sekarang sudah ditinggalkan karena lebih sibuk berkirim status di Facebook, atau lebih senang merayakannya di mal-mal atau kafe-kafe?

Kalau begitu, ada baiknya Mama kembali melakukannya tahun ini.

5 Tradisi Natal untuk Dilakukan Bareng Keluarga Tahun Ini demi Mengembalikan Makna yang Sebenarnya 5 Tradisi Natal untuk Dilakukan Bareng Keluarga Tahun Ini demi Mengembalikan Makna yang Sebenarnya Reviewed by Carolina Ratri on December 20, 2018 Rating: 5

No comments