Paling Asyik Memang Menjadi Diri Sendiri - 4 Langkah Ini Bantu Mewujudkannya!

Paling Asyik Memang Menjadi Diri Sendiri - 4 Langkah Ini Bantu Mewujudkannya!


Confidence is key. Sometimes, you need to look like you’re confident even when you’re not.
Seenak-enaknya jadi orang lain, tetap lebih enak menjadi diri sendiri. 

Berusaha keras untuk menjadi orang lain cuma buang-buang waktu dan tenaga saja. Iya kan, Ma? Sudah begitu belum tentu juga bikin kita happy dan puas.

Hmmm ... terus gimana ya, caranya? Kok kayaknya abstrak gitu? Enggak kok. Sebenarnya simpel banget malah.


4 Cara sederhana untuk bisa menjadi diri sendiri


1. Terima diri kita apa adanya

Pepatah yang mengatakan bahwa rumput tetangga lebih hijau itu memang benar adanya ya. Kita sering menganggap bahwa hidup orang lain jauh lebih beruntung. Seakan-akan orang lain diberi banyak kemudahan, sedangkan kita? Duh, susah beneur mau ngapa-ngapain yak?

Kadang kita lihat seseorang yang sudahlah cantik, sukses di kariernya, pun keluarganya nampak begitu bahagia. Setiap weekend dia akan jalan-jalan ke luar negeri, ya minimal ke luar kota.

Sedangkan kita?

Duh, boro-boro cantik dan rapi. Mandi aja digelendotin bocah. Mau makan aja rasanya mau sekali telan aja, karena anak-anak udah nunggu untuk diantar sekolah. Muka berminyak terus, rambut lepek melulu. Hvft!

Duh duh duh. Nggak harus sampai segitunya juga keleus, Ma. Stop membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Percaya deh, nggak selamanya hidup orang lain itu seindah yang penampakannya.

We never know what they’ve been through, and vice versa. Barangkali hidup kita malah justru jauh lebih baik lho. Siapa tahu?

So, kalau pandangan mata kita selalu mengarah pada orang lain, kita nggak akan pernah sempat melihat pada diri sendiri.

Setiap pagi, setelah bangun tidur, coba pandang cermin dulu, Ma. Apa yang bisa kita lihat di sana? Ng, abaikan mungkin mata yang masih sembap ya, atau rambut kucel kusut berantakan. Bukan di situ poinnya. Namun, anggaplah apa yang ada pada kita itu adalah anugerah yang tak pernah dimiliki oleh orang lain.

Lagi pula nggak ada yang salah kan, dengan diri Mama? Kalau Mama menganggap diri Mama nggak cantik dan nggak menarik, itu hanya permainan pikiran Mama sendiri belaka. Pada kenyataannya, kita semua adalah makhluk sempurna dengan keadaan kita masing-masing.


2. Belajar berdamai dengan diri sendiri

Ada lo, Ma, orang yang sampai sekarang nggak bisa menerima, bahkan mungkin membenci, dirinya sendiri karena kesalahan yang pernah dibuatnya di masa lalu.

Hmmm ... jangan-jangan Mama juga termasuk tipe yang seperti ini nih?

Misalnya saja, kita telah melakukan kesalahan fatal yang membuat hidup kita begitu berubah dan berantakan. Kita lantas merasa menyesal, malu, bodoh, dan sangat merasa dirugikan. Pastilah kemudian muncul rasa terpuruk yang begitu buruk menghantui kita.

Lalu, terlintaslah pikiran, seandainya saja kita adalah orang lain yang nggak harus menjalani kehidupan yang sekarang. Atau seandainya kita nggak pernah melakukan kesalahan itu, pasti hidup kita akan lebih baik sekarang.

Hmmm ... kalau memang demikian situasinya, cobalah untuk sedikit demi sedikit memaafkan diri sendiri. Terima saja, bahwa kita memang salah. Yakinkan diri sendiri, bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan, tak terkecuali diri kita.

Yang penting, apakah kita kemudian berusaha memperbaikinya? Hentikan menghukum diri sendiri sampai berlarut-larut. Making mistakes is normal.


3. Everybody has their own blessings

Masih soal membanding-bandingkan diri dengan orang lain nih, Ma. Tentang kita yang selalu menganggap apa yang orang lain punya lebih baik dari kita.

Meski sudah sama-sama punya mobil, tapi kita merasa mobil teman lebih keren karena lebih mahal. Atau meski sudah bersuami, kita lihat suami sahabat kayaknya kok lebih sayang sama istrinya ketimbang suami kita ke kita.

Hush! Kalau yang ini, udah kelewatan, Ma!

Dan karena kita sibuk membandingkan, kita jadi lupa untuk bersyukur dengan blessing yang sudah kita dapat. Kita lupa memandang ke bawah ataupun ke arah lain, bahwa ada orang lain yang mungkin tak seberuntung kita, atau orang lain yang juga punya blessing lain.

So, tanamkan pada pikiran kita kalau setiap orang punya garis hidup yang berbeda-beda. Pun dengan perjuangan saat mendapatkannya. Sehingga setiap orang juga punya manifestasi penghargaan yang berbeda-beda.

Kita nggak akan menjadi orang yang spesial jika kita punya blessing yang sama dengan orang lain, dengan perjuangan yang sama dengan orang lain, dan cara menghargainya yang sama dengan orang lain.

This is about our point of view, Mama. Kita bisa membuat diri kita merasa beruntung sehingga akan membuat kita juga merasakan mendapat keberuntungan-keberuntungan yang lain. Atau sebaliknya, menjadi orang yang selalu sial, sehingga ‘kesialan’lah yang akan selalu didapat.


4. Jadikan orang lain sebagai panutan, bukan malah terobsesi

Mengagumi seseorang itu boleh banget, Ma!

Adalah biasa bagi kita untuk punya idola ya. Tapi bukan berarti kita harus menjadi sama seperti dia dan lupa untuk menjadi diri sendiri.

Misal, dia berambut blonde, terus kita juga ikut-ikutan ngeblonde rambut kita. Padahal warnanya nggak cocok sama kulit kita. Hadeuh, malah hancur deh penampilan ya. Bukannya jadi cantik.

Well, seperti sudah disebutkan juga di atas, bahwa setiap orang punya kekhasan sendiri. Janganlah kita menjiplak semua yang ada pada dirinya, dan kemudian terobsesi untuk menjadi kloningannya.

Yang perlu kita lakukan adalah saat kita terinspirasi oleh seseorang, kita boleh saja sih mencoba untuk mengadopsi gayanya atau apa pun yang kita anggap keren darinya. Tapi, sebenarnya kita bisa saja mencontoh dia tapi dengan cara berbeda. Misalnya, dia berprestasi di bidang tertentu. Kita nggak harus juga berprestasi di bidang yang sama dengannya, tapi cobalah contoh perjuangannya agar kita juga berprestasi di bidang yang kita kuasai.

Kita harus punya cara tersendiri untuk bisa membuat diri kita terlihat lebih unik.


Kata Mark Twain, all you need is ignorance and confidence and the success is sure.

Jadi, sudah siap untuk membuat diri Mama eksis dengan cara Mama sendiri dan menjadi diri sendiri sekarang? Harus!

Stay positive, Mama!

Paling Asyik Memang Menjadi Diri Sendiri - 4 Langkah Ini Bantu Mewujudkannya! Paling Asyik Memang Menjadi Diri Sendiri - 4 Langkah Ini Bantu Mewujudkannya! Reviewed by Carolina Ratri on December 16, 2018 Rating: 5

No comments