6 Tip Mengajak Bayi Mengikuti Perayaan Natal di Gereja Supaya Aman Terkendali



Nggak mudah memang membuat bayi dan balita tenang saat mengikuti perayaan Natal di gereja ya, Ma. Namun, mengajak anak mengikuti perayaan Natal adalah kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai agama.

Pada mulanya, bayi dan balita ini mungkin akan senang berada di gereja karena bertemu dengan banyak orang dalam suasana yang menyenangkan. Tapi saat perayaan sudah berlangsung, dan kita diminta untuk mengikutinya dengan khusyuk selama hampir 2 jam atau lebih, kegembiraan pun menjadi kebosanan.

Bayi dan anak balita pada umumnya memang hanya mampu bertahan “duduk manis” selama kurang lebih 45 menit saja. Saat bosan, mereka pun akan rewel dan mulai menangis. Ini pastinya bisa mengganggu jalannya ibadah dan kekhusyukan jemaat yang lain.

Lalu, gimana nih cara mengatasinya? Tenang, Ma. Mama Rempong selalu punya solusi untuk segala sesuatu.


6 Trik Mengajak Bayi dan Balita Ikut Perayaan Natal di Gereja Tanpa Kekacauan


1. Membiasakan ke gereja secara bertahap


Anak akan merasa nyaman di tempat yang ia kenal dengan orang-orang yang sudah dikenalnya pula. Maka, ada baiknya Mama mengajaknya ke gereja sebelum hari H tiba.

Jelaskan pula bahwa pada hari itu, akan berlangsung upacara dan semua orang yang akan datang ke gereja diminta untuk duduk diam. Katakan padanya, jika ingin meminta sesuatu ucapkan dengan perlahan. Pembiasaan dan penjelasan ini akan membuat anak tahu bagaimana harus bersikap dan bertutur kata selama berlangsungnya ibadah perayaan Natal.


2. Siapkan bekal

Jauh sebelum hari Natal tiba, Mama dapat merencanakan untuk menyiapkan beberapa jenis makanan istimewa kesukaan si kecil yang bisa dibawa sebagai bekal.

Beri dia beberapa pilihan makanan praktis yang tidak menimbulkan suara saat digigit atau dimakan, misalnya roti basah atau cookies.

Jangan lupa membawa persediaan air minum yang cukup. Bila si kecil terlihat mulai lapar, segera bawa ke luar gereja untuk menikmati bekal makanan dan minumannya.

Sikap rewel yang ditunjukkan oleh anak-anak ketika berada di dalam gereja, menurut Ray Levy Ph.D., penulis buku Try and Make Me! Simple Strategies That Turn Off the Tantrums and Create Cooperation, sebetulnya timbul karena mereka kesal lantaran nggak dapat mengungkapkan perasaan atau keinginannya, termasuk rasa nggak nyaman karena lapar dan haus.

Itu sebabnya, Ma, membawa bekal makanan dan minuman menjadi solusi yang tepat.


3. Bekerja sama dengan anggota keluarga lain

Sebelum berangkat ke gereja, mintalah anggota keluarga yang lain, seperti Papa, kakek, nenek, kakak atau adik, untuk membantu Mama menghibur si kecil saat rewel.

Mungkin kakek atau nenek dapat membujuknya dengan menjanjikan cerita setiba di rumah, kalau si kecil mau bersikap tenang dan tidak rewel. Adik Mama barangkali bisa punya cara yang menarik perhatian si kecil untuk bermain boneka jari. Tantenya yang lain mungkin bisa mengalihkan rasa bosan dengan bermain tebak suara binatang, dan lain sebagainya.


4. Membawa mainan

Bawa sebuah tas khusus berisi beberapa mainan kesukaannya. Tapi sebaiknya pilih jenis mainan yang nggak mengeluarkan suara yang akan mengganggu suasana ibadah.

Pilih aneka jenis boneka berbentuk binatang empuk yang sekaligus dapat menjadi bantal kalau si kecil mengantuk. Bisa juga membawa buku dan krayon, buku menempel stiker dan stikernya. Atau bisa juga membawa play dough.

Ketiga jenis mainan tersebut akan bisa membantu mengalihkan rasa bosan si kecil dan dia akan asyik bermain dengan benda-benda tersebut.

Mama dapat mulai membiasakan si kecil untuk membawa tas khusus setiap kali mengajaknya ke gereja. Minta si kecil memberi nama tas tersebut. Mama dan Papa bisa saling mengingatkan untuk membawa tas itu setiap kali hendak pergi ke gereja.


5. Pilih baju yang nyaman

Pilihlah pakaian semi formal yang simpel, dan nyaman dipakai, nggak bikin si kecil kepanasan, mudah dilepas yang akan membantunya untuk nggak rewel.

Pakaikan si kecil sepatu atau sandal yang nyaman dan pas di kaki agar ia nggak kepanasan dan kesakitan. Nggak perlu memakaikan aksesoris yang berlebihan ya, Ma, yang bisa membuat terganggu kenyamanannya.


6. Pilih tempat duduk tepat

Datanglah ke gereja untuk mengikuti perayaan Natal lebih awal, agar Mama bisa memilih tempat duduk yang bisa memberi kemudahan untuk keluar masuk.

Misalnya, pilih duduk di kursi paling ujung agar Mama nggak perlu mengganggu orang lain saat hendak keluar. Lebih baik lagi jika tempatnya di depan pintu. Tempat ini akan memudahkan Mama membawa si kecil ke luar dari gereja jika ia menangis, mulai rewel atau sudah mulai terlihat tanda-tanda akan terjadi huru-hara, sehingga nggak mengganggu jemaat yang lain.

Dengan duduk di dekat pintu, Mama juga bisa dengan mudah membawa si kecil keluar jika ia ingin BAB atau BAK.


Nah, semoga dengan sedikit trik di atas, si balita dan bayi bisa nyaman mengikuti perayaan Natal di gereja ya, Ma.
6 Tip Mengajak Bayi Mengikuti Perayaan Natal di Gereja Supaya Aman Terkendali 6 Tip Mengajak Bayi Mengikuti Perayaan Natal di Gereja Supaya Aman Terkendali Reviewed by Carolina Ratri on December 22, 2018 Rating: 5

No comments