Mau Membangun Bisnis Bersama Teman? 3 Aturan Main Ini Harus Diingat!

Mau Membangun Bisnis Bersama Teman? 3 Aturan Main Ini Harus Diingat!


Hendak membangun bisnis dan berpartner dengan teman atau si BFF, Ma? Well, kalau begitu, semua harus dibicarakan dengan jelas di muka. Kalau enggak, hubungan pertemanan kita bisa bubar.

Yah, mencari partner bisnis memang gampang-gampang susah ya, Ma. Dan, dengan bermitra dengan teman sendiri, kita sih berharapnya supaya kita bisa membangun bisnis dan mengembangkannya dengan lebih baik ketimbang sendirian. Pasti akan menyenangkan juga kan kalau kita bisa bekerja sama dengan teman atau kerabat yang kita kenal baik?

Tapi, hati-hati, Ma, nggak sedikit pula hubungan pertemanan berakhir lantaran bisnis.

Nah, kalau berencana membangun bisnis bersama teman, si BFF, atau kerabat, 3 hal ini perlu didiskusikan bersama sebelum memulai bisnis Mama tersebut.

1. Menyamakan Visi dan Misi

Sisi baik dari membangun bisnis dengan kerabat atau teman dekat adalah kita sudah mengenal karakter mereka dalam kesehariannya, karena mungkin sudah terbiasa melakukan sejumlah kegiatan bersama ya.

Tapi, tunggu dulu, meski Mama merasa mengenalnya dengan baik, namun hal tersebut belum cukup loh dijadikan modal untuk bermitra.

Teman yang asyik diajak hangout, belum tentu bisa menjadi partner yang cocok untuk menjadi rekan usaha. Sebelum memulai, gali lebih jauh mengenai pandangannya terhadap usaha yang akan ditekuni bersama ini.

Mama dan calon mitra Mama perlu menyamakan visi dan misi dalam membangun bisnis ini, Ma. Apa yang menjadi tujuan berpartner?

Misalnya, Mama berniat sangat serius, bahkan berani resign dari karier Mama yang gemilang di kantor yang sekarang demi all-out untuk merintis bisnis. Sementara si teman ternyata hanya mencari kegiatan pengisi waktu luang, atau hanya ingin bersenang-senang saja. Ini pastinya nggak akan bisa seiring sejalan ya?

Selain visi dan misi, Mama perlu juga mengetahui value atau nilai masing-masing. Misalnya, Mama dan teman Mama tersebut ingin menjalankan usaha kuliner. Mama sangat concern dengan masalah lingkungan, sehingga ingin mendirikan restoran yang ramah lingkungan, mulai dari pengadaan bahan organik, kemasan daur ulang, hingga tidak menyediakan smoking area dalam resto Mama.

Sementara calon partner Mama hanya memikirkan soal bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya saja dalam usaha tersebut. Value yang Mama punya, menurut teman Mama itu sulit dijalankan dan akan berpotensi mengurangi keuntungan.

Nah, hal-hal semacam ini perlu dibicarakan tuntas di awal, Ma. Perbedaan visi misi serta nilai-nilai seringkali membuat kita frustrasi dan membuat hubungan jadi renggang.


2. Pembagian peran dan tanggung jawab

Untuk berbisnis pastinya kita harus mengutamakan sikap profesional. Ada target finansial yang hendak dicapai, prosedur yang harus dijalankan, dan sistem yang perlu dibangun agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Sehingga perlu ada pembagian tugas dan peran yang jelas sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai perannya.

Sikap profesional ini harus dijalankan bila ingin usaha Mama berhasil. Mama dan partner bisnis mungkin bersahabat sejak kecil dan memiliki hubungan personal yang sangat kuat. Tetapi, bila sudah menyangkut urusan bisnis, segala sesuatunya harus dilakukan secara profesional.

Ada hak, kewajiban dan aturan main yang perlu disepakati sebelumnya. Pembagian tugas ini idealnya juga menjadi sinergi yang saling menguatkan. Misalnya, Mama fasih mengurusi bidang keuangan, sementara rekan Mama memiliki jiwa kreatif yang tinggi. Mama pun diserahi tanggung jawab mengelola keuangan, sedangkan rekan Mama memiliki peran lebih dalam pengembangan produk.

Bila pembagian tugas sudah dilakukan, masing-masing diharapkan memiliki komitmen untuk menjalankannya sehingga bisa saling mendukung dan menjadi sebuah kekuatan dalam membangun bisnis.


3. Manajemen konflik

Seperti halnya hubungan cinta, hubungan bisnis tidak selamanya manis dan berjalan mulus. Ada saat-saat di mana segala sesuatunya berjalan pada jalurnya, namun ada pula saat-saat penuh hambatan dan persoalan.

Hubungan bisnis Mama akan diuji ketika menghadapi masa-masa sulit. Kita biasanya hanya membayangkan hal-hal yang indah saja ya, Ma, di awal hubungan. Bagaimana senangnya bisa sukses bersama dan menikmati hasil kerja bareng ini.

Kadang kita lupa mengantisipasi berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi, bahkan tidak memikirkan kemungkinan untuk gagal. Sehingga ketika dihadapkan pada masalah, banyak yang memilih untuk memendamnya saja, mendiamkan persoalan atau bahkan lari ketimbang duduk dan mencari solusi.

Pada awal hubungan, penting diutarakan bagaimana sikap dan cara masing-masing dalam menghadapi konflik. Apa tindakan penyelesaian yang akan dilakukan bila terjadi hal yang tidak menyenangkan dalam hubungan bisnis Mama.

Mengantisipasi kegagalan bukan berarti berpikiran negatif, Ma, namun justru menunjukkan keseriusan kita untuk memulai bisnis dan betapa pentingnya memandang pertemanan yang sudah Mama jalin.

Sehingga apa pun yang terjadi dalam hubungan bisnis tidak akan merusak hubungan pertemanan ini.



Nah, selamat membangun bisnis bersama si BFF atau kerabat ya, Ma. Semoga sukses!

Mau Membangun Bisnis Bersama Teman? 3 Aturan Main Ini Harus Diingat! Mau Membangun Bisnis Bersama Teman? 3 Aturan Main Ini Harus Diingat! Reviewed by Carolina Ratri on November 28, 2018 Rating: 5

No comments