Ini Dia 4 Gejala Suami Resah dan Obatnya

Gejala suami resah


Bila suami menunjukkan 4 gejala ini saat berbicara dengan Mama, atau siapa pun yang sedang diajaknya atau mengajaknya bicara, itu pertanda ia mulai atau sedang resah.

Seperti yang dibahas oleh Greg Hartley dalam bukunya I Can Read You Like a Book, sebaiknya tangani dengan tepat agar resah suami tak lantas berujung marah atau bad mood.

Sebagai pasangan suami istri, kita harus saling mem-backup bukan?


4 Gejala suami resah, dan apa yang bisa kita lakukan untuk meredamnya


1. Menghindari kontak mata

Gejala pertama adalah pandangan yang tak fokus pada Mama atau siapa pun yang sedang berbicara serius dengannya. Nggak seperti biasanya.

Menghindari kontak mata adalah cara pria untuk menutupi perasaannya. Bisa karena grogi, kesal, marah, atau mungkin sedang berbohong.

Kalau sudah begini, nggak perlu menunggunya cerita. Menanyakan pertanyaan seperti, “Ada yang mau Papa ceritakan sama Mama?” bisa membuat suami lebih terbuka tentang hal-hal yang mungkin sedang mengganjal.

Pastikan kita sudah membuka hati untuk mendengarkan ceritanya, tanpa men-judge bila tak ingin membuatnya kapok untuk curhat lagi. Kalau ia tak juga mau cerita, maka berikanlah ruang untuk memikirkan solusinya sendiri.

Mungkin suami cuma nggak mau Mama ikut khawatir.


2. Memegang jam tangan

Seakan ingin memperbaiki posisi jam padahal letaknya sudah pas. Atau, bila ia tak suka memakai jam, ia akan terlihat sibuk merapikan kerah baju, lengan kemeja, atau apa pun yang sedang ia kenakan.

Saat itu, egonya mulai terusik dan ia mulai merasa kehilangan power akan dirinya. Bisa karena ia merasa tak percaya diri, sakit hati, atau merasa takut kehilangan.

Kondisi ini bisa terjadi bila ia pertama kali bertemu dengan orang-orang penting, ada komentar negatif tentang pekerjaannya. Atau, ia bertemu dengan seseorang yang ia anggap “lebih” dan bisa “mengancam”-nya.

Kalau sudah begini, coba tenangkan suami dengan mengusap halus punggungnya dengan gerakan ke atas dan ke bawah berulang-ulang. Lalu, lihat matanya dan berikan senyuman yang tulus.

Cara ini bisa mengurangi tingkat stres dan membuat percaya dirinya perlahan muncul kembali karena merasa didukung.


3. Memalingkan pandangan ke arah lain

Atau, memalingkan diri ke ponselnya saat Mama tak sengaja bertemu dan berbicara dengan teman.
Bagi pria, gestur tersebut bisa berarti sama dengan kata-kata, “Jangan lama-lama ya!”

Untuk membuatnya nyaman, libatkan suami dalam pembicaraan, atau pastikan tubuh Mama dan suami tetap berdekatan, agar suami tak merasa diacuhkan. Misalnya, tetap pegang lengannya atau biarkan ia berdiri dekat dengan Mama.


4. Merapatkan bahu, yang biasanya dibarengi dengan tangan yang terlipat di depan

Gestur seperti ini berarti suami sedang mengatakan, “Leave me alone, please.”

Dengan kata lain, ia barangkali sedang tak nyaman dengan seseorang yang menjadi lawan bicaranya, dan ingin supaya orang tersebut meninggalkannya sendiri. Sedang, tangan yang terlipat di depan dada merupakan ‘jarak’ yang berusaha ia ciptakan karena belum sepenuhnya percaya.

Tepuk lembut 2 kali bagian atas dengkulnya saat ia duduk, lalu cengkeram sebentar dengan lembut. Hal ini akan membuat stresnya teralihkan dan membuatnya lebih nyaman.


Siapa lagi yang bisa diandalkan oleh suami untuk menenangkannya selain kita? Betul nggak sih? Karena itu, stay alarmed dengan bahasa tubuhnya, supaya kita bisa membantunya kapan pun dibutuhkan.

Ini Dia 4 Gejala Suami Resah dan Obatnya Ini Dia 4 Gejala Suami Resah dan Obatnya Reviewed by Carolina Ratri on November 10, 2018 Rating: 5

No comments