Baju Bayi yang Wajib Dipersiapkan untuk Menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrem




Lingkungan kita mengalami perubahan cuaca yang sangat cepat akhir-akhir ini ya, Ma. Bisa saja pagi, matahari terlihat garang sinarnya, eh sorean sedikit sudah mendung, dan lalu hujan. Cuaca seperti ini pastinya bikin kita rentan menurun staminanya. Apalagi bagi si bayi. Karena itu persiapan baju bayi yang cukup itu penting.

Butuh persiapan khusus untuk menghadapi perubahan cuaca ini, agar si kecil nggak mengalami gangguan kesehatan, seperti pilek, batuk, atau dehidrasi. Tapi nggak perlu juga Mama memborong semua produk fashion bayi. Ntar malah banyak yang enggak kepakai.

Jadi berikut ini adalah beberapa fashion item dan baju bayi yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem.


1. Topi rajut

Justru jangan menggunakan topi rajut yang terlalu tebal, karena malah membuat keringat di kepala bayi susah kering. Pilihlah yang tipis saja, namun bisa menghindarkan kepala bayi dari terpaan angin dingin.

Juga, lindungi kepala si kecil dari paparan sinar matahari langsung untuk mencegah dehidrasi—terutama jika si kecil memiliki rambut yang tipis atau baru saja dicukur. Lubang-lubang yang ada di permukaan topi rajut membuat sirkulasi udara di kepala bayi tetap terjaga.


2. Sweater

Saat membawa si kecil jalan-jalan dengan stroler, kenakan jenis baju bayi yang hangat ini untuk menjaga kenyamanannya. Pilihlah yang bagian depannya longgar, sehingga tak membatasi ruang geraknya dan lebih mudah dilepas atau dipakaikan.

Saat cuaca panas, kenakan sweater terutama jika berada di lingkungan ber-AC, misalnya di mobil. Kenakan juga jika Mama mengajaknya jalan-jalan keluar di sore atau malam hari.

Pilihlah yang berbahan katun ya, Ma, agar lebih mudah menyerap keringat. Tak perlu didobelin dengan baju bayi yang lain sih kalau sudah pakai sweater. Cukup singlet saja, supaya nggak kepanasan.


3. Jaket

Selain sweater, jenis baju bayi lain yang wajib dipunya juga adalah jaket. Kenakanlah jaket saat berada di lingkungan ber-AC dalam waktu lama. Misalnya, dalam mobil dan diajak bepergian jauh. Pilihlah jaket yang ber-hoodie atau berpenutup kepala, untuk melindungi area tengkuknya.

Saat cuaca panas, jaket juga bisa melindungi si kecil dari sengatan sinar matahari yang didiskon besar itu, Ma. Kenakan jaket pada si kecil misalnya saat mengajaknya menikmati car free day, atau saat Mama terpaksa mengajaknya naik motor.

Jangan lupa pakaikan penutup kepalanya untuk melindunginya dari terik matahari. Partikel debu akan lebih tebal saat cuaca panas. Jadi, tetap lindungi si kecil sebaik-baiknya ya.


4. Sarung tangan dan kaus kaki

Jika si kecil kurang nyaman menggunakan selimut saat berada di dalam stroller, Mama bisa mengenakannya kaus kaki dan sarung tangan, agar ia tetap hangat. Terutama saat cuaca sedang hujan.
Sedangkan di cuaca panas, kenakanlah sarung tangan saat si kecil tidur malam saja, supaya tangannya jangan sampai menggaruk kulitnya terlalu keras.

Untuk beraktivitas di luar rumah, kenakan kaus kaki atau soft booties yang bersol karet itu. Barang ini bisa mencegahnya terjatuh saat berjalan di permukaan licin.


5. Overall atau playsuit

Kalau Mama nggak ingin repot memakaikan sweater atau jaket, maka overall bisa jadi pilihan.

Jangan memilih yang berbahan denim ya, Ma, lantaran bahan ini akan terasa agak berat bagi bayi dan malah menyerap dingin. Jadi kurang nyaman jika dikenakan oleh bayi, terutama kalau hujan. Pilih saja yang berbahan katun.

Saat udara terik, pakaikan overall jika si kecil harus berada di ruangan ber-AC cukup lama. Overall juga oke banget dikenakan oleh bayi saat Mama ajak menghadiri acara formal dan semiformal, karena jenis baju bayi ini tuh kesannya rapi.

Jangan memadukan overall ini dengan kemeja atau baju berkerut di dada, karena akan terasa sesak untuk si kecil.


6. Jumpsuit

Saat cuaca hujan, jumpsuit panjang berbahan katun tipis bisa menjadi alternatif untuk piama. Pilihlah jumpsuit yang berkancing di depan, dan cukup longgar agar tak membatasi gerak bayi. Juga harus ada bukaan di bagian bawah atau belakang agar mudah kalau harus mengganti popoknya.

Saat cuaca panas pun, jenis baju bayi ini akan membuatnya nyaman selama tidur, walaupun ia lasak tidurnya. Agar tetap nyaman, dan tidak gerah, pakaikan jumpsuit yang memiliki lengan dan celana pendek.


7. Celana denim

Jika Mama ingin mengenakan celana denim pada si kecil, pastikan jangan terlalu panjang ya, agar tak menghambat pergerakan si kecil. Saat hari hujan, Mama bisa mengenakan celana denim ini pada si kecil. Namun, karena sifatnya yang menyerap suhu dingin, maka baju bayi jenis ini sebaiknya dikenakan saat si kecil akan banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan saja.

Pilihlah celana denim yang berpinggang karet, tapi jangan yang terlalu besar juga agar tak mengganggu peredaran darahnya.

Segera ganti celananya jika si kecil berkeringat, karena denim yang lembap akan terasa berat saat dipakai.


Nah, semoga "perbekalan" si kecil menghadapi perubahan cuaca dan kondisi cuaca ekstrem bisa lengkap setelah ini ya.
Baju Bayi yang Wajib Dipersiapkan untuk Menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrem Baju Bayi yang Wajib Dipersiapkan untuk Menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrem Reviewed by Carolina Ratri on November 08, 2018 Rating: 5

No comments