Mau Balik Kerja Kantoran Setelah Lama Jadi Ibu Rumah Tangga? Ini Tip-Tipnya Supaya Lancar!



Sebagai perempuan, bagaimanapun kita harus mandiri secara finansial. Setuju nggak, Ma? Dan, memang sih, ada opsi untuk membangun bisnis sendiri, tapi kadang kerja kantoran menjadi satu-satunya pilihan.

Mengapa begitu?

Well, bukannya berdoa yang jelek-jelek, tapi barangkali di masa depan nanti kita harus menghadapi banyak hal yang memaksa kita untuk survive secara mandiri.

Dan, nggak bisa dipungkiri bukan, kalau apa-apa sekarang membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup? Apalagi jika kita sudah punya tanggungan, yaitu anak-anak. Siapa lagi yang bisa mereka andalkan jika bukan orangtuanya? Papa dan mamanya? Karena itu, ada baiknya juga kalau Mama menjadi seorang perempuan mandiri. Terutama di finansial.

Nah, lalu bagaimana supaya kita bisa mandiri secara finansial? Ya, pastinya dengan bekerja ya?
Kita bisa bekerja apa saja, sesuai minat, kemampuan dan latar pendidikan kita. Mau berbisnis sendiri? Oke banget, pastinya ya.

 Atau mau kembali bekerja di kantor? Balik kerja kantoran?

Nah, ya itu tadi yang disebutkan di atas. Kadang hal ini menjadi satu-satunya pilihan, untuk kondisi tertentu.

Hmmm ... somehow, untuk Mama yang sudah lama meninggalkan dunia kerja, untuk bisa kembali kerja kantoran akan mengalami struggle tersendiri ya.

Rasanya jadi kayak pemula lagi, seperti fresh graduate lagi. Padahal usia apa kabar? Yah, jelaslah, sudah nggak muda lagi, meski semangat tetep bisa muda. Tapi angka tahun kelahiran di KTP itu lo, sungguh nggak bisa menipu.

Terus, gimana dong?

Nggak usah khawatir, Ma. Semua terletak pada CV kita.

Ada baiknya bagi kita untuk menyesuaikan CV yang kita punya dengan spesifikasi lowongan kerja yang kita incar. Jadi, jangan membuat CV yang fixed atau ‘mati’. Tapi buatlah CV personalized dan fleksibel, yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

Situasi seperti apa, dan harus disiasati bagaimana?


Situasi 1: Aduh, saya sudah lama nggak bekerja di kantor. Rasanya jadi nol pengalaman lagi. Skill saya dulu menguap entah ke mana.

Jangan salah, Ma. Status kita yang sudah lama tak bekerja lagi membuat kita jadi se-‘segar’ fresh graduate. Dan, hal tersebut banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan lo, karena dianggap lebih mudah ‘dibentuk’ sesuai dengan etos kerja yang diminta di kantor yang bersangkutan.

Percaya deh, banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja seperti kita ini. Meski bisa dibilang kembali lagi ke awal, namun tentunya ada pengalaman yang akan tetap menjadi nilai plus dari diri kita. Jadi sesegar fresh graduate iya, tapi ada pengalaman juga iya. Setidaknya, kita pasti punya kemampuan komunikasi yang lebih matang ketimbang mereka yang benar-benar fresh graduate.

So, usahakan untuk memajang yang plus-plus ini di awal CV, atau letakkan di isi surat lamarannya. Kalau perlu, bold saja supaya lebih menarik perhatian.

Gunakan kertas yang tepat, kalau perlu pilihlah yang sedikit tebal dan bertekstur bagus. Setidaknya, CV kita harus berhasil lebih mencolok ketimbang (barangkali) ribuan CV yang lain.


Situasi 2: Umur saya sudah melebihi target perusahaan

Well, percaya nggak sih, bagwa apa pun bisa terjadi kalau kita berusaha?

Satu dua tiga tahun lebih tua dibanding usia tertinggi yang dipatok oleh perusahaan bisa diatasi dengan pengalaman dan skill yang barangkali sudah kita punya.

Saya saat melamar pekerjaan di salah satu penerbit buku malah lebih sampai hampir 8 tahun. Namun karena saya menawarkan sesuatu yang mungkin tak dipunyai oleh yang lain, maka saya pun diterima.

Strateginya, nggak perlu menyebutkan usia kita, baik dalam surat pengantar CV maupun dalam CV-nya. Alih-alih menuliskan, “My name is Dina, and I am 24 years old” mendingan ditulis saja, “My name is Dina, and I am finishing my bachelor’s degree in Business Management. I have experience in ...”

Seenggaknya, berusahalah agar kita bisa mencuri perhatian dari skill yang sudah kita punya dan dipanggil lebih dulu untuk melakukan wawancara. Di tahap tersebut, ada kesempatan untuk ‘menjual diri’ jauh lebih besar.

Bagaimana pun, pengalaman kerja bisa meningkatkan daya jual di mata perusahaan.


Situasi 3: Perusahaan menginginkan kandidat yang menguasai skill tertentu, tapi sayangnya saya nggak menguasainya.

Kalau skill tersebut bisa dipelajari, mengapa harus berhenti berjuang? Bener nggak sih?

Jika perusahaan menginginkan kandidat yang menguasai salah satu program komputer tertentu, asal sesuai dengan minat dan latar belakang kita, ya tulis saja dalam CV kalau kita menguasai program tersebut dalam tingkat beginner.

Ya, kecuali untuk program yang terlalu teknis dan memerlukan pendidikan tertentu ya. Kemudian, cepat-cepatlah mencari teman, tempat kursus, atau buku untuk mulai mempelajarinya. Seenggaknya kita telah mengerti dasar-dasarnya.

Namun, ada baiknya memang untuk melamar pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang atau minat kita sih, Ma. Karena dengan demikian, kita pun pasti juga sudah menguasai basic skill yang diperlukan.


Situasi 4: Sebelum ini, saya pernah di-PHK oleh perusahaan yang lama

Nah, kalau yang ini sebenarnya kita nggak perlu menyebutkannya di CV sih. Cukup cantumkan saja dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa kita bekerja di perusahaan sebelumnya.

PHK menjadi nilai merah bagi banyak perusahaan, meski kadang alasan PHK juga belum tentu karena kesalahan kita.

Dengan cara ini, kita kan enggak berbohong kan? Hanya saja, alihkan perhatian rekruiter dari kata ‘PHK’ pasti akan lebih baik. Kita bisa menjelaskannya langsung saat wawancara, kalau memang diperlukan.

Yang penting, Mama harus menarik perhatian lebih dulu.


Memang dalam kondisi tertentu, kita nggak bisa memilih kerja kantoran seperti yang kita impikan ya, Ma. Apalagi kalau ada kata ‘kepepet’. Namun, meski bukan pekerjaan impian, nggak berarti bisa kita buang begitu saja kesempatannya.

Selamat mencoba untuk kembali ke dunia kerja kantoran, Mama! Semangat ya!

Mau Balik Kerja Kantoran Setelah Lama Jadi Ibu Rumah Tangga? Ini Tip-Tipnya Supaya Lancar! Mau Balik Kerja Kantoran Setelah Lama Jadi Ibu Rumah Tangga? Ini Tip-Tipnya Supaya Lancar! Reviewed by Carolina Ratri on October 09, 2018 Rating: 5

No comments