Ini Dia Beberapa Pikiran Negatif yang Sering Mampir dan Bisa Jadi Bibit Sakit Jiwa Lo!



Tahu nggak, Ma, pikiran negatif yang kadang muncul di kepala kita itu ibarat zat-zat beracun yang ada dalam makanan yang kita makan.

Seperti halnya zat racun yang bisa membawa akibat buruk pada kesehatan, pikiran negatif pun datang untuk mengancam kesehatan--terutama kesehatan jiwa kita.

Dalam sebuah penelitian medis terbukti bahwa pikiran negatif yang muncul di kepala kita dapat memicu hormon dalam tubuh hingga mengakibatkan stres dan berbagai penyakit lainnya.

Jadi, jangan heran jika sakit kepala hingga sakit perut sebagian besar disebabkan oleh pikiran negatif kita sendiri.

Pikiran negatif apa saja sih yang sering mampir di kepala kita bisa menyebabkan sakit jiwa?


1. “Sudah terlambat!”

Beberapa waktu lalu, ada pelari marathon yang cukup menghebohkan dunia. Tidak, ini bukan berita lebay atau hoaks, lantaran pelari tersebut dinyatakan sebagai pelari tertua di dunia. Fauja Singh, pelari tertua tersebut, ternyata sudah berusia 100 tahun! Hwow!

Ternyata Fauja baru mulai berlari secara profesional di usianya yang ke-89 tahun.

Luar biasa ya, Ma? Usia segitu tuh nggak bisa dong disebut muda. Tapi semangatnya dong!

Bercermin dari Fauja, pastinya kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa tak ada kata terlambat untuk segala sesuatu yang memang kita niatkan untuk dilakukan. Tak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, apalagi jika sesuatu itu kita lakukan demi kemajuan dan perkembangan diri kita sendiri.

So, apakah mau resign dari kantor sekarang untuk menekuni bisnis sendiri? Mau kuliah lagi? Atau, mau menambah momongan lagi?

Sepanjang dalam pertimbangan hasilnya nanti akan baik bagi diri kita sendiri, then go for it!


2. “Saya takut!”

Siapa yang nggak punya ketakutan terhadap sesuatu? Sepertinya nggak ada.
Setiap dari kita pasti punya ketakutan sendiri-sendiri. Wajar. Namanya juga manusia.

Tapi, yang tak bisa dibiarkan adalah ketika rasa takut itu dibiarkan menguasai diri kita, karena perasaan ini bisa membuat kita takut keluar dari zona nyaman kita.

Misalnya, jadi takut pindah kerja karena harus belajar dari awal lagi. Padahal mungkin peluangnya lebih baik, jabatan (dan gajinya) juga lebih menjanjikan.

Kalau sudah begini, ya gimana kita bisa maju kan?


3. “Mereka yang salah, bukan saya!”

Menyalahkan orang lain memang lebih mudah. Tapi, itu bukanlah hal yang baik untuk dipelihara.

Misal, kita gagal diet, tapi menyalahkan teman-teman yang suka ngajak ke kafe. Yakali kan, Ma?

Ada psikolog, Dr. Debbie Magids, yang punya tip untuk hal ini. Saat muncul keinginan untuk menyalahkan orang lain, maka hal pertama yang harus segera kita lakukan mengingat kembali tujuan kita dalam melakukan sesuatu itu, dan fokus padanya. Setelah itu, terimalah kenyataan bahwa semua adalah salah kita sendiri.

Dengan demikian, alih-alih menyalahkan, kita akan fokus pada tindakan perbaikan.


4. “Seandainya saja saya cantik/kaya/pintar.”

Kalau saja saya masih seseksi dulu sebelum punya anak, pasti suami nggak akan selingkuh.

Yeah right. Jangan sampai deh berpikiran begitu. Dalam kasus suami selingkuh ini, bukan kita yang salah, Ma. Pikirkanlah lagi.

Untuk kasus-kasus lain ya sama saja. Berandai-andai lebih cantik, lebih pintar dan kaya, tak akan membawa diri kita ke mana pun. Lagi pula bukan itu kan yang menjadi tujuan hidup kita: kecantikan, keseksian, kekayaan, kepintaran?

Semua kan akan hilang sewaktu-waktu?

Sikap tersebut hanya menunjukkan kalau kita kurang bersyukur, hingga berefek pada krisis kepercayaan diri.


5. “Dia selalu jadi yang terbaik?”

Atau, "Dia selalu mendapatkan yang terbaik."

Apa, Ma? Iri? Cemburu? Selalu menginginkan yang orang lain punya?
Memang betul, rumput tetangga memang selalu lebih hijau ya?

Tapi, tahu nggak sih, bahwa mungkin saja rumputnya palsu seperti rumput di lapangan futsal.


6. “Saya sudah coba, dan nggak berhasil. Kapan-kapan saja saya coba lagi.”

Gagal itu biasa.
Tapi nggak seharusnya kita membiarkannya menjadi alasan untuk tak melanjutkan usaha. Kalau punya cita-cita dan keinginan, ya gimana caranya mesti diwujudkan. Gagal? Tak masalah. Ayo, kita segera cari cara lagi untuk bisa berhasil.

Dalam buku 1000 Little Things Happy, Successful People Do Differently, Marc Chernoff, sang penulis, menjelaskan bahwa saat kita mengalami kegagalan, hal tersebut justru membuat kita bisa mencurahkan 100% perhatian pada usaha berikutnya, sehingga peluang sukses menjadi lebih besar.

Karena kita sudah mengetahui penyebab kegagalan tersebut, hingga kita bisa menghindari kesalahan yang sama.


7. “Apa kata orang nanti?”

Setop terlalu memikirkan apa kata orang.
Hal inilah yang biasanya menjadi penghalang utama kita dalam mencapai kebahagiaan.

So, orang-orang nggak suka cara kita berpakaian? So what?
It's my style. It's my body. Not theirs.

Lakukan saja hal-hal yang bisa membuat Mama bahagia, dan jika orang lain nggak suka itu adalah masalah mereka.


Semoga kita tak lagi dibebani pikiran negatif seperti ketujuh hal di atas ya, Ma? Jangan biarkan hal-hal seperti ini membuat kita tak bahagia, hingga kesehatan kejiwaan kita terancam.

Ini Dia Beberapa Pikiran Negatif yang Sering Mampir dan Bisa Jadi Bibit Sakit Jiwa Lo! Ini Dia Beberapa Pikiran Negatif yang Sering Mampir dan Bisa Jadi Bibit Sakit Jiwa Lo! Reviewed by Carolina Ratri on September 27, 2018 Rating: 5

No comments