Ibu-Ibu Main Games Online atau Video Games? Siapa Takut?



Mengisi waktu luang dengan main video games atau games online di handphone itu ternyata nggak cuma buat bunuh waktu saja lo. Cara ini juga ampuh meredam stres, bahkan bisa menguak sisi kepribadian pemainnya!

Dan, siapa bilang, mamah-mamah kayak kita nggak butuh atau nggak boleh main video games atau games online?

Malah harus, kalau itu bisa membuat kita bahagia!


Ini dia 5 alasan mengapa kita boleh-boleh saja kalau mau main video games atau games online


1. Pengaruh baik

Di balik opini orang kebanyakan yang menganggap main video games atau games online di handphone dapat membuat kita jadi kecanduan atau malas, peneliti Isabela Granic, Ph.D., dari Radboud University Nijmegen, Belanda, justru mengungkap fakta yang berbeda.

Aktivitas main games ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengasah memori, kemampuan navigasi, pengambilan keputusan, serta meningkatkan daya nalar lo!

2. Dobrak mitos

Stereotip tentang para pemain games yang cenderung antisosial dan pemalas agaknya perlu mulai dilihat kembali deh.

Sejumlah survei menyebutkan, bahwa beberapa video games dan games online di handphone yang melibatkan interaksi online antar pemain, seperti misalnya Clash of Clans, FarmVille atau World of Warcraft, malah justru bisa melatih kemampuan seseorang dalam berorganisasi dan melatih kesigapan untuk memutuskan sesuatu.

Nah, makanya. Jangan asal ambil kesimpulan buruk dulu, sebelum mengecek dua sisinya ya.


3. Main video games atau games online bisa menjaga mood agar tetap baik

Kesal dengan kemacetan atau ingin rileks sejenak di tengah tumpukan tugas harian?

Beberapa permainan sederhana, seperti Angry Birds atau Crush the Castle, bisa jadi obat mujarab untuk memacu semangat baru, meredam emosi, sekaligus mengurangi kecemasan.

So, kalau lagi suntuk, jangan ragu untuk ambil smartphone Mama dan mainkan video games atau games online kesayangan Mama.


4. Bisa membaca kepribadian seseorang dari jenis games yang dimainkannya

Iya, percaya nggak sih, Ma?

Kalau Mama ingin melihat secara cepat bagaimana kepribadian seseorang, coba lihat saja dari video games atau games online yang sering dimainkannya.

Contohnya, penyuka games yang berbasis sensor motorik bertema tari, seperti Just Dance Now atau The Next Step Dance Battles, biasanya dikenal sebagai pribadi terbuka, periang, juga senang menjadi pusat perhatian.

Lain lagi dengan penggila games bertema jalan cerita, seperti Gone Home dan The Stanley Parable. Mereka biasanya memiliki kepribadian sedikit tertutup, suka menganalisis, subjektif, mampu berpikir di luar kebiasaan, namun mempunyai orientasi hidup yang tinggi.

Sementara aplikasi video games atau games online yang bertema petualangan, baik di dunia puzzle seperti Minecraft atau Terratia atau permainan lapangan yang riil seperti Pokemon Go disinyalir banyak digilai oleh orang-orang yang mudah tergoda akan hal baru, suka tantangan, punya imajinasi tinggi, dan sangat memperhatikan detail.

Tuh kan.
Kurang keren apa coba ya?


5. Punya empati

Selain bertujuan untuk rileks dan mengurangi stres, beberapa video games dan games online bahkan bisa menumbuhkan rasa empati dalam diri kita lo.

Contohnya saja, games berlatar pertanian, seperti Hay Day, akan membuat kita menjadi lebih rileks menjalani hidup, tapi sekaligus melatih berstrategi agar bisnis yang kita jalankan bisa terus menguntungkan.

Games jenis ini juga sekaligus dapat melatih rasa empati, tanggung jawab, serta sosialisasi dengan pemain lainnya.


Nah, jadi, gimana nih? Mau main video games atau games online lagi setelah ini? Hayok, capcus!
Ibu-Ibu Main Games Online atau Video Games? Siapa Takut? Ibu-Ibu Main Games Online atau Video Games? Siapa Takut? Reviewed by Carolina Ratri on September 05, 2018 Rating: 5

No comments