Wisata ke Museum, Yuk! Jangan ke Mal Melulu

Image via HuffPost


Weekend nih! Mau ke mana Mama membawa anak-anak kalau lagi pengin main? Mal? Yah, b banget itu mah. Sesekali coba ajak anak-anak wisata ke museum.

Well, salah satu objek wisata yang menarik sekaligus dapat menambah wawasan si kecil adalah museum. Namun, kadang ini memang bisa dibayangkan juga sih, akan membosankan untuk si kecil. Apalagi ada aturan “Dilarang Menyentuh” yang sering kita lihat di dalam museum. Makin susahlah untuk orangtua mengajak anak-anak yang masih suka sekali bereksplorasi dengan sentuhan untuk mengunjungi museum. Iya nggak, Ma?

Namun, pemerintah dan para pengelola museum juga kini makin memperhatikan, betapa pentingnya anak-anak belajar mencintai ilmu pengetahuan dengan melakukan wisata ke museum ini. Maka kemudian beberapa peraturan pun diubah. Ada banyak museum bahkan sudah menyediakan wahana agar anak-anak lebih bisa bereksplorasi dengan leluasa.

Tentunya langkah pemerintah dan pengelola museum ini patut kita hargai ya, bagaimana mereka berusaha mendekatkan museum pada anak-anak. Makanya, ayo, kita mulai ajak anak-anak untuk mencintai museum dengan sesekali mengunjunginya.

Nah, kalau biasanya mengunjungi mal yang sarat dengan segala macam bentuk hiburannya, tentu Mama akan mengalami sedikit kesulitan untuk mengajak anak-anak wisata ke museum. Ya, wajar banget ini sih. Mungkin hampir semua mama di dunia juga setuju akan hal ini.

Tapi tenang, Ma. Mama Rempong selalu punya 1.001 cara dan trik untuk apa saja, termasuk membuat kunjungan wisata ke museum bersama si kecil menjadi menyenangkan bahkan sejak mereka baru datang ke lokasi.


Nah, berikut ini 4 tip agar kunjungan wisata ke museum lebih menyenangkan bagi si kecil.


1. Lakukan survei terlebih dulu

Meski Mama nanti hanya berkunjung bersama keluarga, dan mungkin tidak terlalu repot, akan ada baiknya jika kita melakukan survei lebih dulu mengenai museum yang ingin dikunjungi.

Tak perlu mendatangi museum satu per satu kok. Yah, jangan terlalu rempong sendiri. Kan kita bisa melakukan survey secara online.

Terus, apanya yang perlu disurvei? Ya, kita bisa mencari informasi, misalnya seperti ada fasilitas apa saja yang disediakan oleh museum, apakah museum tersebut memang punya target pengunjung anak-anak atau umum, objek-objek apa saja yang dipamerkan di dalam museum, dan lain sebagainya.


2. Tak perlu melihat semuanya

Persiapkan diri kita agar tak perlu memaksa si kecil untuk bisa melihat semua koleksi yang ada di museum. Pasti ada saja alasannya, jika si kecil sudah mulai bosan.

Jika di museum disediakan wahana untuk anak-anak, mungkin akan lebih baik kita segera bawa anak-anak untuk bermain di sana, begitu mereka terlihat bosan. Atau Mama bisa membawanya keluar museum sejenak untuk beristirahat, dan kemudian melanjutkan lagi setelah si kecil sudah merasa bergairah lagi.

Tak harus melihat semua koleksi untuk bisa menambah pengetahuan si kecil kok. Jangan lupa untuk membawa pulang brosur museum yang menarik, atau bisa juga kita melanjutkan petualangan bareng si kecil dengan menyusuri internet sepulangnya dari museum.

Perlihatkan objek-objek yang tadi sempat dilihatnya, dan yang belum sempat dilihatnya. Mama nggak perlu harus tahu segalanya mengenai objek-objek tersebut, yang penting Mama mendampinginya selama mencari tahu bersama-sama.


3. Selalu berbicara mengenai bentuk dan warna

Anak-anak sangat tertarik akan bentuk dan warna. Jadi kita bisa memperbanyak cerita mengenai bentuk dan warna objek museum yang sedang dilihatnya. Jika museum mengizinkan pengunjung untuk menyentuh objek, ajak si kecil untuk mengeksplorasi tekstur objek tersebut.

Tanyakan apakah mereka menyukainya atau tidak, dan hal-hal apa yang membuat mereka suka dan apa yang membuat mereka tak suka.

Jika museum yang Mama kunjungi adalah museum seni, Mama bisa mengajak si kecil untuk berdiskusi, bagaimana jika dia menjadi seniman yang membuat objek tersebut. Tanyakan padanya, warna apa yang dia pakai, dan mengapa dia menggunakan warna itu, atau bentuk apa yang akan dia tambahkan dan lain sebagainya.


4. Tak perlu memaksakan diri

Seperti poin kedua di atas, kita tak perlu memaksakan diri. Jika anak-anak tak menikmati kunjungannya ke museum, jangan Mama paksakan untuk tetap tinggal. Kita bisa pulang kapan saja kok.

Mengunjungi museum memang seharusnya menyenangkan, namun kadang anak-anak punya mood yang tak bisa diprediksi.

Meski Mama hanya 30 menit berada di dalam museum, percayalah, anak-anak tetap mendapatkan sesuatu darinya. Mama bisa mencoba menanyakan, misalnya tadi melihat apa saja, bentuknya bagaimana dan lain sebagainya, dalam perjalanan pulang. Mama mungkin akan kaget sendiri mendengar jawaban anak-anak.


Nah, selamat bersenang-senang ya. Yang penting, hepi!

Wisata ke Museum, Yuk! Jangan ke Mal Melulu Wisata ke Museum, Yuk! Jangan ke Mal Melulu Reviewed by Carolina Ratri on September 15, 2018 Rating: 5

No comments