Menjadi Perempuan Mandiri dan Seksi, Meski Sudah Berstatus Mama



Menjadi perempuan mandiri itu menyenangkan! Salah satu alasannya adalah karena kita akan terbiasa tak tergantung pada orang lain.

Selain itu, menjadi perempuan mandiri juga sangat seksi dan menarik. Selain orang akan mengagumi isi otak kita, mereka juga akan melihat kita sebagai perempuan yang kuat.

Yep, meski kita sudah bersuami, pastinya itu seharusnya nggak membuat kita jadi pribadi yang manja, terlalu bergantung, dan akhirnya, nggak punya pendirian kan?

Justru kita harus jadi perempuan kuat, karena kita punya anak-anak yang harus selalu kita jaga dan rawat.

Apa yang akan mereka pikirkan kalau melihat mamanya sedikit-sedikit mengeluh, atau menunggu papanya untuk membantu ini itu? Pastinya mereka juga nggak akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan mandiri. Betul?

Lalu bagaimana cara menjadi perempuan mandiri di dunia yang masih sarat akan diskriminasi gender ini, sekaligus bisa menjadi contoh nyata bagi pembentukan karakter pada anak-anak?

Memang tak mudah, apalagi jika kita memang tipe perempuan yang sebelumnya cukup rapuh. Namun, berikut ini ada beberapa cara kita untuk bisa memulai dan mencoba menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat.

Cara menjadi perempuan mandiri dan kuat, meski sudah berstatus mama

.

1. Cintai diri kita sendiri terlebih dahulu


Memiliki seseorang yang dicinta memang bisa meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan kita, namun itu bukanlah satu-satunya faktor penentu. Ada hal yang harus lebih dulu kita lakukan, yaitu mencintai diri kita sendiri.

Agar selalu kuat dan yakin pada diri sendiri, kita harus bisa berhenti membandingkan diri kita sendiri dengan kondisi orang lain. Stop membandingkan jalan hidup kita dengan jalan hidup yang sudah dipilih oleh orang lain.

Mengapa? Klise saja, karena kita adalah pribadi yang unik, begitu pun orang lain. Terus menerus merasa cemburu pada orang lain, apalagi ada rasa dengki, nggak cuma akan membuat kita tak suka pada orang tersebut, tapi juga akan membuat kita berpikiran buruk mengenai diri sendiri.

Lepaskan keinginan untuk memiliki apa yang tak kita miliki, dan mulailah belajar mencintai apa yang sudah dimiliki sekarang, yaitu diri sendiri.


2.  Kita bukan martir


Anak-anak nggak membutuhkan seorang ‘martir’ untuk menjadi mama mereka. No, they don’t ask for you to do that.

Jadi, butuh me time? Gampang! Bahkan kita tak perlu menggembar-gemborkannya di media sosial soal kurangnya me time kita, atau memohon-mohon suami untuk mau memberikan kita waktu luang. Buat saja waktu luang kita sendiri!

Caranya, biarkan anak-anak bermain sendiri di halaman, biarkan saja mereka ngacak-acak halaman sesuka mereka. Atau biarkan nonton TV barang satu jam penuh. Atau boleh juga kok berikan gadget dengan games-games mengasyikkan yang sudah kita unduhkan sehingga kita tahu betul games tersebut tak berbahaya bagi mereka. Biarkan mereka memainkannya, sejam dua jam.

Tak mengapa kok, kita biarkan dulu mereka berbuat sesukanya dalam batas waktu tertentu. Nggak dosa dan nggak haram, Ma! Sementara itu, kita bisa mewarnai kuku, membaca buku, atau maskeran.

Toh, anak-anak juga perlu ‘lepas’ dari pengawasan barang sebentar, dan melakukan apa saja yang mereka mau tanpa harus diomelin atau diajarin.

Pengin keluar rumah sebentar? Pengin sedikit ‘mengistirahatkan’ telinga sebentar dari rengekan, teriakan dan pertengkaran anak-anak? Titipkan saja mereka pada suami saat ia senggang, dan pergi ketemuan dengan teman. Ngopi-ngopi di kafe, atau nonton bareng.

Sadari juga bahwa kita bukanlah pribadi yang sempurna. Karena kalau ada hal-hal yang tak mampu kita lakukan, maka sudah pasti akan ada hal lain yang dengan baik kita lakukan.

Nggak perlulah kita menyesali hal-hal yang nggak bisa kita kerjakan. Buat apa? Lebih baik kita fokus pada hal-hal yang dapat kita lakukan dengan baik. Betul?

Menyadari diri nggak sempurna, nggak akan membuat kita tampak lemah. Justru kita menjadi semakin kuat.

Yes, because we are not that good, and we are not perfect.

3. Jangan Terpaku pada Tren Sesaat


Kita nggak pernah punya kewajiban untuk selalu up to date pada tren sesaat, entah itu tren kecantikan, tren fashion, tren diet, bahkan tren parenting sekalipun!

Jadi, tak perlu memaksakan diri mengenakan bulu mata palsu hanya karena sekarang banyak artis yang juga mengenakannya tiap kali tampil. Kit juga nggak perlu mengikuti tren fashion ala Korea, kalau memang gaya kita bukan seperti itu.

Kita juga nggak perlu ikut-ikutan melakukan diet keto hanya karena teman-teman arisan juga melakukannya.

Menjadi perempuan mandiri berarti kita menjadi diri sendiri dan tampil seperti apa adanya, seperti yang kita inginkan, dan senyaman kita.

Nggak perlu terlalu memusingkan apa pendapat orang di sekitar deh. Biarin aja dibilang kudet, nggak kekinian, dan seterusnya.

Gunakan mode fashion untuk mengekspresikan diri, bukan untuk mengesankan orang lain. Percayai apa yang sudah kita ajarkan pada anak-anak adalah baik adanya, dan tak perlu ikut-ikutan tren kecantikan Korea, karena kita sudah cantik dari sononya.

Well, oke, yang terakhir agak kepedean sih, tapi nggak apa-apa. Yang penting pede dan hepi!


4. Lindungi diri sendiri dan berani berbicara


Bukan berarti kita harus mengikuti kelas bela diri seperti karate atau kick boxing--meski kalau memang suka, ya apa salahnya?

Namun, ada kalanya seorang perempuan memang harus menghadapi orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Apalagi jika kita adalah seorang single parent, atau istri yang LDR-an dengan suami. Tentu kita harus lebih kuat menghadapi hal-hal negatif yang mungkin akan datang sendirian. Beranilah berkata tidak dan menolak apa pun, jika kita merasa tak nyaman terhadap perkataan,sikap atau perlakuan seseorang.

Jika kita mendengar seseorang berkomentar tak sopan, jangan hanya diam. Ungkapkan bahwa apa yang dikatakannya tak baik dan kita nggak menyukainya. Hal ini sebagai langkah awal untuk mencegah seseorang berlaku jauh lebih buruk nantinya.

Jangan malu untuk melaporkan tindakan pelecehan, apa pun bentuknya, baik di tempat kerja, di tempat umum dan di mana pun. Bahkan di rumah. Meski sepahit apa pun itu, meski risikonya buruk.

Hal ini tak hanya untuk melindungi diri Mama sendiri tapi juga bisa mencegah terjadi juga pada perempuan lain.


5. Merawat tubuh


Kekuatan pribadi seorang perempuan mandiri dapat tercermin dari penampilan fisik kita, juga mental serta emosional. Untuk menyeimbangkan semua elemen tersebut, berolahragalah secara teratur.

Nggak perlu jauh-jauh, kita bisa jogging di sekitar lingkungan tempat tinggal kita, atau mungkin berenang atau bersepeda, atau bisa juga teratur pergi ke pusat kebugaran.

Tubuh yang sehat dan bugar akan membuat suasana hati kita selalu cerah dengan tingkat energi dan emosi yang stabil. Imbangi olahraga yang kita lakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang cukup gizi, buah, sayur, protein tanpa lemak, susu dan biji-bijian.


So, who runs the world? Girls! Begitu kata Beyonce.
Who conquer the world? Mama rempongs!

Dan bukan tak mungkin kan, bahwa memang kita yang akan menaklukkan dunia besok?

Menjadi Perempuan Mandiri dan Seksi, Meski Sudah Berstatus Mama Menjadi Perempuan Mandiri dan Seksi, Meski Sudah Berstatus Mama Reviewed by Carolina Ratri on August 10, 2018 Rating: 5

No comments