Begini Cara Atur Ulang Keamanan Akun Facebook, Supaya Privacy Kita Terlindungi



Mungkin Mama sudah membaca berita yang beredar beberapa waktu yang lalu ya, terkait Facebook dan kasus pencurian data penggunanya dalam skandal Cambridge Analytica? Memang lagi ramai banget deh ini. Bagaimana pendapat Mama mengenai soal ini? Jangan-jangan, Mama pun sekarang sudah menghapus akun Facebook Mama ya, karena takut data pribadi Mama juga ikut tercuri?

Well, sebenarnya Mama tak perlu terlalu khawatir.

Menurut situs Computer Hope, meski sekarang masalah privacy akun Facebook menjadi isu paling ngeheits di dunia maya belakangan ini, namun sebenarnya Facebook masih relatif cukup aman.

Facebook punya built-in server dan program yang cukup aman melindungi data-data penggunanya sejauh penggunanya sendiri juga berhati-hati dalam menggunakannya.

Dalam skandal Cambridge Analytica, data akun Facebook penggunanya bisa bocor karena mereka sendirilah yang memungkinkan kebocoran data pribadi mereka.

Seperti yang dilansir oleh situs Business Insider, Cambridge Analytica punya kerja sama dengan--katakanlah--mantan pengembang aplikasi Facebook yang pernah membuat sebuah games--semacam kuis kepribadian atau personality test--yang kemudian atas izin para peserta tes bisa mengakses data pribadi pengguna Facebook.

Mama mungkin pernah juga ikutan games atau kuis-kuis seperti ini.

Itu lo, Ma, yang kira-kira semacam, "Which Hollywood Stars Are You?", atau "Which Disney Character Are You?". Saat kita mengakses kuis atau games-nya, kan kita sering ditanyai dulu ya, apakah kita memperbolehkah games atau kuis tersebut untuk mengakses akun Facebook kita? Dan, biasanya sih, tanpa susah-susah membaca term & condition, kita pun langsung klik tombol 'allow'. Karena kalau nggak diklik 'allow', kita jadi nggak bisa ikutan games atau kuisnya kan?

Nah, di situlah letak kesalahan kita sebagai pengguna, terutama soal skandal Cambridge Analytica ini.

Sebenarnya kalau kita tahu betul apa yang boleh kita akses dengan mempergunakan akun Facebook, Twitter, dan media-media sosial yang lain, dengan yang sebaiknya kita hindari, kita bisa kok mencegah hal-hal seperti ini terjadi.

So, the bottom line is, semua itu tergantung kebijakan dan perilaku kita juga dalam bermedia sosial di dunia maya. Tak hanya di Facebook, tapi juga di Twitter, Path, Instagram, dan yang lainnya, kita pun harus tahu dan mengerti betul aturan mainnya.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan agar kita selalu aman menggunakan media sosial seperti Facebook agar skandal Cambridge Analytica tak sampai terjadi pada kita?

Nah, sebenarnya Mama bisa membaca mengenai keamanan penggunaan Facebook di halaman Help Centre milik Facebook ini. Namun, secara garis besar, hal-hal berikut inilah yang harus benar-benar Mama perhatikan.

5 Hal yang harus diperhatikan dan diingat agar privacy akun Facebook kita terjaga

1. Mengatur privacy



Hal pertama yang harus Mama atur adalah Privacy Setting. Silakan ke bagian Setting lalu ke Privacy. Aturlah siapa saja yang boleh melihat profile Mama di Facebook, termasuk Mama juga membatasi siapa saja yang boleh ngetag.

Semakin sedikit yang boleh mengakses akun Facebook kita, maka tingkat keamanannya akan semakin baik.


2. Mengatur postingan di Facebook


Kalau kita mau posting status atau mau upload foto, kita juga bisa mengaturnya sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang terpilihlah yang bisa melihatnya.

Manfaatkan fitur ini terutama kalau Mama mau share foto anak-anak ya. Jangan sampai foto anak-anak (apalagi yang sedang dalam pose yang kurang layak) tersebar ke mana-mana, meskipun ya paling bagus sih tak perlu juga diupload jika memang nggak layak.


3. Block dan cegah pihak-pihak luar menghubungi akun Facebook Mama secara pribadi


Begitu juga jika Mama tidak menginginkan seseorang atau pihak tertentu untuk menghubungi Mama di Facebook, Mama bisa memanfaatkan fitur Blocking ini.

Mama bisa mengaksesnya di bagian Setting juga, sama seperti pengaturan Privacy.


4. Mengatur Apps and Third Parties Privacy


Nah, seperti dalam kasus skandal Cambridge Analytica, para "pencuri data" menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Facebook.

Hal ini sebenarnya bisa dicegah, Ma, yaitu dengan mengatur bagian App Privacy, yang masih bisa diakses di bagian Setting.

Coba Mama perhatikan di bagian Apps, Websites dan Plugins di atas. Jika Mama memilih untuk men-disable-nya, maka aplikasi, games, atau pihak ketiga mana pun tidak akan bisa mempergunakan data pribadi Mama yang tersimpan di Facebook.

Nah, paling aman sih memang ini di-disabled, jika memang Mama tak pengin mempergunakannya untuk mengakses entah itu situs, aplikasi, games atau apa pun yang bukan dari Facebook.


5. Bijaklah dalam berteman di media sosial

Ada baiknya, Mama juga berhati-hati dalam menerima permintaan pertemanan.

Facebook sendiri sudah berkali-kali menekankan dalam Term of Service-nya, bahwa kita disarankan HANYA menerima pertemanan dari mereka yang memang sudah kita kenal.

Hal ini tentu saja bukan tanpa maksud dan tujuan. Pastinya, salah satunya adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kita juga.



Nah, Mama. Tak perlu terlalu parno dalam bermedia sosial sekarang ya, terutama di Facebook setelah Mama membaca beberapa tip mengamankan akun Facebook di atas dan menerapkannya.

Tak perlu khawatir dan dipusingkan dengan pihak-pihak tertentu yang berusaha "menakut-nakuti" dengan data ini itu dan fakta ini itu. Yang penting, Mama memang harus paham aturan main bermedia sosial dan berselancar di dunia maya, dan kemudian bijak juga dalam menggunakannya.

Semua tergantung pada kita juga sebagai pengguna kok. Karena semua media sosial yang ada di dunia maya ini--terutama yang "nampaknya" gratis--cara kerjanya pun sama saja, yaitu mempergunakan data pribadi pengguna sebagai komoditi.

Selamat bersenang-senang di media sosial! Keep it positive ya!
Begini Cara Atur Ulang Keamanan Akun Facebook, Supaya Privacy Kita Terlindungi Begini Cara Atur Ulang Keamanan Akun Facebook, Supaya Privacy Kita Terlindungi Reviewed by Carolina Ratri on August 14, 2018 Rating: 5

1 comment

  1. Biasanya sih jika ada permintaan pertemanan baiknya dicek juga siapa teman yang sama

    ReplyDelete