Ingin Mulai Bisnis Rumahan? 9 Hal Inilah yang Harus Dipertimbangkan



Bisnis rumahan meningkat pesat akhir-akhir ini dan pelakunya kebanyakan adalah mereka yang mencari keseimbangan hidup antara pekerjaan dan keluarga.

Menariknya Ma, bisnis rumahan ini tidak perlu modal besar, sepenuhnya dalam kendali pengelola dan lebih mudah penanganannya. Tapi ternyata, banyak ibu rumah tangga seperti kita yang sukses menjadi seorang home-based entrepreneur lo! Tertarik mencoba?

Meski demikian, bisnis rumahan bukan berarti tidak menyebabkan stres sama sekali seperti yang dikira. Sebab pikiran kita terpecah antara keluarga dan bisnis. Dan sudah pasti kita harus mewujudkan 2 kehidupan ini agar selalu seimbang. Jika tidak, kita justru akan semakin tertekan akibat konsekuensi ketidakseimbangan tersebut.


Nah, jika Mama mau mencoba bisnis rumahan, berikut adalah 9 hal yang Mama perlu pertimbangkan


1. Dukungan Keluarga

Memulai bisnis rumahan itu sendiri bisa jadi sangat menantang, terlebih kalau Mama tidak mendapat dukungan dari keluarga.

Untuk bisa menjalankan bisnis secara efektif, tentu saja Mama perlu fokus dan tidak terganggu oleh kewajiban dari keluarga.

Untuk bisa mendapatkan dukungan penuh tentu terlebih dahulu Mama harus memahamkan pada keluarga tentang pentingnya bisnis Mama, dan meminta mereka untuk mengerti jika Mama membutuhkan waktu khusus untuk menjalankan bisnis dari rumah.

Tapi percayalah, Ma, jika antusiasme Mama bisa mereka tangkap sudah tentu mereka pun akan mendukung Mama.


2. Terasing

Bekerja dari rumah bisa bikin kesepian kalau Mama tidak berhasil mengatur waktu, khususnya untuk interaksi sosial.

Kalau sebelum kerja, Mama sempat kumpul bareng keluarga besar atau sekadar 'say hi' di sore hari bersama tetangga, tapi sekarang mungkin tidak bisa lagi setelah kita memiliki bisnis. Terlebih karena ya itu tadi, Ma, sulitnya mengatur waktu.

Maka kalau bisnis rumahan Mama sudah mulai berkembang, tak ada salahnya mencari karyawan yang bisa membantu Mama, supaya tidak mengalami risiko paling berbahaya dari bisnis rumahan, yaitu merasa terisolasi alias kesepian.

Sebab terisolasi bisa bikin hubungan sosial kita merenggang yang menjadi jalur masuknya segala pikiran negatif antar tetangga bahkan antarsaudara.


3. Keuangan

Modal finansial sering kali dibilang tidak sepenting modal tekad.

Tapi tidak bisa dimungkiri segala urusan akan beres dengan adanya modal. Sebut saja belanja stok barang atau tagihan lain.

Maka meski Mama terus menguatkan tekad untuk selalu bekerja keras, cobalah merenungi bagaimana cara supaya bisa mendapatkan lebih banyak modal.

Kalau bisnis rumahan Mama mulai stabil dan dikenal, nggak ada salahnya mengambil pinjaman modal. Hanya saja, Mama tetap harus pertimbangkan skema pinjaman berikut konsekuensi atau besaran bunganya sebelum betul-betul mengambil pinjaman.

Perhitungkan juga kemampuan untuk membayar tagihan secara disiplin. Jangan sampai nanti kita sudah percaya diri, tapi ada hal di luar perhitungan yang membuat Mama repot sendiri.


4. Rencana Keuangan

Menulis rencana keuangan adalah langkah paling penting dalam bisnis rumahan, sebab sering kali kita sebagai ibu rumah tangga cenderung menggampangkan penggunaan uang, dan akhirnya uang bisnis dengan uang belanja tercampur.

Kalau misal terpaksa uang belanja dipakai dulu buat menambal pengeluaran bisnis, maka Mama harus mencatat dan mengembalikannya.

Pastikan Mama melakukan pembukuan keuangan bisnis Mama, dan selalu memiliki cadangan dana yang cukup untuk mengembangkan bisnis rumahan Mama untuk jangka waktu tertentu. Hal ini penting dilakukan agar bisnis rumahan Mama berkelanjutan dan bertumbuh semakin besar.


5. Pengorganisasian

Setiap usaha yang sukses memiliki struktur organisasi.

So, meskipun judulnya bisnis rumahan, kita tetap harus berusaha profesional dalam pengelolaannya ya, Ma. Sebab setiap bisnis harus jelas, baik itu terkait waktu dan urusan bisnis.

Mama harus bisa memperjelas jam-jam kerja Mama, dan mengatur langkah-langkah untuk menyelesaikan urusan bisnis dan selalu menuntaskannya.


6. Regulasi Legal

Pastikan bisnis rumahan yang Mama bangun mematuhi semua peraturan hukum yang berlaku di daerah tempat Mama tinggal.

Meski bisnis rumahan, bisnis tetaplah bisnis dan harus mematuhi hukum yang mengatur segala hal mengenainya.


7. Keterampilan Marketing

Marketing ibarat aliran darah dari bisnis lo, Ma, baik itu offline maupun online,

So, Mama harus memiliki keterampilan untuk memasarkan produk atau layanan yang Mama jual. Dengan berkembangnya teknologi, strategi dan metode marketing pun menjadi semakin kompleks dan beragam. Namun juga lebih mudah, karena Mama punya "staf marketing" yang mumpuni jika Mama bisa mengelolanya dengan benar, yaitu media sosial.

Meski begitu, Mama bisa kok melakukannya, dengan sebanyak mungkin belajar dan menggaji marketer profesional.


8. Ruang kantor

Mama bisa atur sedikit ruang di rumah dan dijadikan kantor.

Tidak harus selapang ruang kantor betulan, yang penting kantor itu adalah tempat Mama menyimpan dokumen, laptop, kuitansi dan lain sebagainya.


9. Peralatan

Buatlah daftar peralatan yang Mama perlukan, sebab sering kali peralatan kantor untuk menjalankan bisnis juga memerlukan biaya dan perawatan yang cukup besar.

Coba Mama periksa, apakah Mama memerlukan telepon tersendiri, koneksi internet, komputer, printer, mesin fax, handphone, dan lainnya.

Kebanyakan bisnis rumahan memang hanya berawal dari peralatan yang seperlunya saja. Meski begitu, Mama tetap perlu memikirkannya termasuk untuk mengetahui biaya pengeluaran rutin untuk peralatan ini.



Yuk, Ma, mulai bisnis rumahan dari sekarang! Karena bisnis yang antibadai krisis moneter itu, biasanya UKM yang tidak lain adalah bisnis rumahan.
Ingin Mulai Bisnis Rumahan? 9 Hal Inilah yang Harus Dipertimbangkan Ingin Mulai Bisnis Rumahan? 9 Hal Inilah yang Harus Dipertimbangkan Reviewed by Carolina Ratri on August 20, 2018 Rating: 5

No comments