Sudah Melakukan Diet Sehat Tapi Kok Tetap Gemuk? Pasti Ada yang Salah!



Pernahkah Mama mengalami, sudah menjalani diet sehat mati-matian, namun bukannya turun, jarum timbangan malah makin jauh saja ke arah kanan?

Well, you’re not alone, Mama. Banyak perempuan yang mengalami hal yang sama.

Berdasarkan riset di Inggris, hampir sepertiga perempuan yang disurvei menjawab, berat badan mereka justru bertambah setelah menjalankan diet.

Menurut Cyntia Sass, MPH, RD, seorang master di bidang ilmu gizi dan masyarakat di Inggris, ada 5 alasan mengapa diet malah makin melebarkan lingkar pinggang kita, Ma.


5 penyebab diet sehat malah membuat jarum timbangan makin ke kanan


1. Keseimbangan tubuh terganggu

Survei yang dilakukan di Inggris menyebutkan, bahwa satu dari tiga perempuan memulai diet sehat mereka di usia 15 dan 20 tahun. Sebagian besar dari mereka melakukan diet secara rutin 3x dalam setahun, dan di atas 10% mengaku menjalankan diet 5x dalam setahun.

Persoalannya adalah, kebanyakan dari mereka memilih pola diet yang terlalu ketat alias ekstrem yang justru hanya akan membuat metabolisme tubuh terganggu.

Sementara pendekatan lainnya malah mengakibatkan gangguan pada keseimbangan tubuh. Misalnya, diet yang mengharuskan kita memangkas lemak terlalu banyak, atau menghindari lemak sama sekali. Akibatnya, tubuh pun kelebihan karbohidrat yang sulit dibakar.

Diet yang terlalu ketat, misalnya menahan lapar sampai belasan jam malah akan membuat selera makan kita makin menjadi. Bahkan, makanan yang kita konsumsi sering kali malah yang tidak sehat dan membuat lingkar pinggang bertambah.

2. On Off Mode

Satu hal yang membuat diet sehat kita gagal adalah karena kita melakukannya on and off.

Dalam periode tertentu, kita rutin melakukan diet, tapi di tengah jalan kita “tergelincir”, misalnya jadi makan terlalu banyak, maka kita merasa gagal diet. Akhirnya, ya sudah dibablasin aja, nggak jadi diet. Balik lagi ke pola hidup yang nggak sehat.

Padahal solusinya sebenarnya sederhana saja.

Kalau tiba-tiba saja Mama makan terlalu banyak, tanyakan penyebabnya pada diri sendiri, apakah Mama makan untuk membuat diri merasa nyaman, hadiah, sebagai pelampiasan, mendapatkan ketenangan atau salah satu cara untuk mengatasi kecemasan?

Jika ya, maka segera temukanlah cara lain untuk memenuhi kebutuhan Mama tersebut. Misalnya, mengganti makan dengan olahraga, menonton film, membaca buku dan sebagainya.

Perlu Mama pahami, bahwa kunci keberhasilan diet adalah konsistensi, Ma.


3. Harus mengonsumsi makanan yang nggak disukai

Nggak ada yang lebih menyebalkan daripada harus tersedak gara-gara dituntut untuk makan makanan yang nggak kita suka selama diet.

Ya, memang begitulah kebanyakan program diet yang ada, Ma. Diet tersebut akan meminta Mama mengonsumsi makanan yang nggak cocok di lidah ataupun perut.

Akibatnya, hormon stres justru meningkat dan keinginan makan berlebihan pun akhirnya semakin kuat.

Misalnya, Mama suka banget ayam goreng. Karena program diet “mengharamkannya”, maka Mama makan sayur setiap hari sebagai penggantinya. Setelah beberapa minggu, baru deh kerasa, makan sayur itu nggak enak! Nggak puas! Maka, Mama pun makan ayam goreng. Merasa bersalah sih, tapi puas kan, Ma?

Well, daripada mesti merasa tersiksa karena nggak boleh makan makanan favorit, mendingan pilih program diet yang membebaskan kita makan apa saja, tetapi porsi yang dikurangi.

Makan ayam goreng boleh saja, asalkan pilih bagian dada dan buang kulitnya. Dengan demikian, kalori yang masuk bisa terjaga.

Diet sehat seperti ini akan jauh lebih nyaman dan cenderung pasti berhasil, Ma.


4. Makanan ‘palsu’

Makanan diet dalam bentuk kemasan kebanyakan dipadati tambahan bahan lain yang membuat rasanya menjadi aneh. Iya kan?

Kebanyakan makanan diet itu nggak enak, jarang yang enak.

Akhirnya, meski Mama tetap mengonsumsi makanan tersebut, Mama tetap merasa lapar dan teralihkan dengan fantasi makanan yang lainnya. Karena merasa aman dengan mengonsumsi makanan diet sehingga kita tidak merasa berdosa kalau diselingi dengan camilan.

Akibatnya diet pun sia-sia.


5. Melarang makanan yang disukai

Keseimbangan adalah kata yang membosankan.

Cynthia mengungkapkan, bahwa keseimbangan berarti juga bisa menyantap kue yang disukai namun juga terpenuhinya tubuh akan nutrisi.

Berdasarkan survey, ada 5 makanan yang sulit untuk ditinggalkan, yaitu cokelat, kentang goreng, keju, roti dan wine.

Satu dari empat orang menyerah saat diet kalau harus meninggalkan salah satu makanan tersebut dalam sebulan.

Well, sebenarnya kita nggak perlu menyiksa diri dengan melupakan makanan-makanan tersebut kok. Mama tetap bisa memanjakan diri tanpa perlu cheating terlalu banyak selama menciptakan keseimbangan.

Misalnya, jika Mama makan di restoran dan pengin makan dessert yang tinggi karbohidrat dan lemak, maka coba hindarkan menu yang tinggi karbo dan lemak pada main course. Pilih saja menu yang tinggi serat dan protein, misalnya ayam dan sayuran yang direbus atau dikukus.

Cara ini akan meminimalkan kegagalan diet sehat kita.


Nah, jadi, siap untuk melakukan diet sehat yang bener sekarang? Semoga sukses ya, Ma!

*brb beli gelato*

Sudah Melakukan Diet Sehat Tapi Kok Tetap Gemuk? Pasti Ada yang Salah! Sudah Melakukan Diet Sehat Tapi Kok Tetap Gemuk? Pasti Ada yang Salah! Reviewed by Carolina Ratri on August 24, 2018 Rating: 5

No comments